Samarinda— Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, menilai kehadiran Koperasi Merah Putih merupakan langkah positif pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Meski pelaksanaannya saat ini belum maksimal, hal tersebut dianggap wajar mengingat struktur koperasi masih dalam tahap awal pembentukan.
“Ya, karena ini baru. Bukan karena kurang modal, tapi strukturnya baru dibentuk. Jadi wajar kalau belum maksimal. Tapi nanti akan jalan, karena ini program negara, bukan program RT,” ujar Markaca (10/10/2025).
Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM. Di Kalimantan Timur tercatat ada 59 koperasi, namun hanya 11 koperasi yang masih aktif beroperasi di Kota Samarinda.
Menurut Markaca, hambatan utama bukan pada pendanaan, melainkan pada proses administrasi dan penyesuaian teknis di lapangan.
“Saya kira enggak, ya. Mungkin cuma soal administrasi aja. Kayak MBG ini, masalahnya cuma administrasi. Soal duit, itu kan program negara. Dananya tersedia. Jadi bukan karena enggak ada uang,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses administrasi memang membutuhkan waktu. Namun, selama program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional, pelaksanaannya akan tetap berjalan.
“Kalau sudah bicara administrasi, ya prosesnya memang panjang. Artinya, semua berproses, dan itu akan tetap berjalan selama Pak Prabowo jadi presiden, karena ini programnya Pak Presiden,” tegasnya.
Markaca berharap pemerintah daerah dan pengelola koperasi dapat bersinergi untuk memastikan program Koperasi Merah Putih benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita juga akan melakukan pengawasan dan sinkronisasi kebijakan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv)













