Balikpapan— Upaya memperkuat partisipasi rakyat dalam demokrasi kembali digaungkan melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 yang digelar di Perumahan Selili RT 56, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu malam (22/10).
Acara ini menghadirkan Anggota DPRD Kaltim H. Baba sebagai penggagas kegiatan, dengan menghadirkan dua narasumber, Ruddy Iskandar dan Binawati Octavia, serta dipandu oleh moderator Siti Aminah.
Dalam forum yang dihadiri puluhan warga setempat, tema yang diangkat — “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya” — menjadi ruang refleksi atas praktik demokrasi di tingkat lokal menjelang pesta demokrasi serentak 2025.
H. Baba, dalam sambutannya, menekankan pentingnya kesadaran politik masyarakat agar Pemilukada berjalan jujur, adil, dan bermartabat.
“Pemilukada langsung adalah wujud nyata kedaulatan rakyat. Tapi tanpa kesadaran politik yang matang, demokrasi bisa kehilangan arah. Kita ingin rakyat bukan hanya jadi penonton, tapi benar-benar memahami siapa dan untuk apa mereka memilih,” ujar H. Baba.
Sementara itu, Ruddy Iskandar sebagai narasumber pertama menyoroti tantangan politik uang dan rendahnya literasi politik di akar rumput.
“Masalah klasik Pemilukada di Indonesia adalah politik transaksional. Ketika uang menjadi penentu pilihan, maka nilai-nilai demokrasi tergadai. Karena itu, pendidikan politik menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah dibeli oleh kepentingan jangka pendek,” jelas Ruddy.
Narasumber kedua, Binawati Octavia, menambahkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan iklim demokrasi yang sehat.
“Demokrasi yang kuat lahir dari kepercayaan rakyat terhadap sistem. Kalau masyarakat melihat proses Pemilukada itu bersih dan transparan, maka legitimasi pemimpin juga akan lebih kuat,” ujar Binawati.
Moderator Siti Aminah yang memandu jalannya diskusi menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Menurutnya, forum seperti ini penting sebagai wadah dialog antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Kegiatan ini membuka ruang bagi warga untuk menyuarakan pandangannya langsung. Demokrasi tidak berhenti di bilik suara, tapi juga tumbuh lewat percakapan dan kesadaran bersama,” tutur Siti.
Acara yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Para warga RT 56 dan sekitarnya aktif menyampaikan pandangan, terutama terkait peran generasi muda dalam menjaga integritas Pemilukada mendatang.
Dengan terselenggaranya forum ini, H. Baba berharap kesadaran demokrasi masyarakat Balikpapan Timur terus meningkat.
“Kita ingin demokrasi tidak hanya prosedural, tapi juga substansial — menghadirkan pemimpin yang lahir dari kehendak rakyat sejati,” pungkasnya.













