Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) menyatakan sikap tegas atas serangan udara yang menyasar kediaman pemimpin tertinggi Iran. Ketua Umum DPP GPM, Ir. Emir Moeis, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan yang disebutnya sebagai wujud nyata agresi imperialisme modern.
Dalam keterangannya yang disampaikan pada Selasa (3/3), Emir Moeis menegaskan bahwa seluruh jajaran GPM di Indonesia mengutuk keras serangan yang melibatkan kekuatan Amerika Serikat dan Zionis Israel tersebut.
“DPP Pemuda Marhaenis beserta seluruh jajarannya di seluruh Indonesia dengan ini menyatakan mengutuk serangan imperialis Amerika dan Zionis Israel terhadap Iran,” ujar Emir Moeis dengan nada tegas.
Serangan tersebut dilaporkan bertujuan untuk mengeliminasi pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Emir Moeis mengungkapkan rasa simpati yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tragis tersebut, termasuk keluarga dekat sang pemimpin.
“Serangan tersebut bertujuan untuk membunuh pemimpin tertingginya dan mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta seluruh anak, menantu, cucu, dan istrinya di dalam bangunan yang sama,” lanjutnya.
Atas nama organisasi, Emir menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang kini tengah berduka. Ia memberikan dukungan moral agar rakyat Iran tetap teguh dalam menghadapi tekanan global.
Lebih lanjut, Emir Moeis mengingatkan bahwa perlawanan terhadap segala bentuk penindasan bangsa atas bangsa (exploitation de nation par nation) adalah amanat ideologis yang diwariskan oleh Bapak Marhaenisme, Bung Karno.
Ia menyerukan agar semangat anti-imperialisme terus dikobarkan guna menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan bebas dari penjajahan.
“Kepada rakyat Iran, kami nyatakan bela sungkawa yang mendalam. Berjuang terus tanpa pernah lelah untuk melenyapkan imperialisme dari muka bumi ini. Ini pun sesuai dengan ajaran dari pemimpin besar kita, Bung Karno, Bapak Marhaenisme,” pungkas Emir













