Samarinda –Kebutuhan fasilitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menanggapi rencana pembangunan gedung bank darah di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, yang dinilai sangat mendesak untuk menunjang pelayanan medis, seiring tingginya kebutuhan darah di rumah sakit rujukan provinsi tersebut.
Menurut Abdulloh, rumah sakit rujukan provinsi tersebut sangat membutuhkan fasilitas bank darah untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Jadi rumah sakit RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo itu butuh pembangunan gedung bank darah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan bank darah di rumah sakit tersebut sangat tinggi, sementara pasokan darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) dinilai belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan layanan medis di rumah sakit tersebut.
“Bank darah itu rumah sakit tersebut sangat membutuhkan sekali, karena kebutuhan bank darah di rumah sakit itu sangat banyak sekali, sementara mengadakan dari PMI tidak cukup. Nah itulah yang kami rapatkan kemarin untuk bisa meminta tambahan anggaran ke pak gubernur,” jelasnya.
Saat ini, pihak rumah sakit sedang dalam tahap pengajuan permohonan tambahan anggaran untuk pembangunan gedung bank darah tersebut.
“Untuk tahapannya rumah sakit dalam proses pengajuan permohonan tambahan anggaran untuk pembangunan gedung tersebut. Nah disetujui atau tidak kami masih menunggu, kami hanya ikut-ikut mensupport. Semoga saja pak gubernur menyetujui, karena itu menyangkut kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, kebutuhan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi III DPRD Kaltim ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo pada Rabu (11/2/2026) lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur rumah sakit rujukan provinsi itu dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan pada tahun 2026. (Mujahid)












