Samarinda – Pansus DPRD Samarinda LKPJ 2025 menyoroti progres pembangunan Terowongan Samarinda yang hingga kini belum beroperasi saat melakukan kunjungan lapangan belum lama ini.
Ketua Pansus LKPJ 2025, Achmad Sukamto, menyebut salah satu catatan utama adalah belum dilaksanakannya perluasan sisi inlet atau akses masuk, sebagaimana direkomendasikan pada LKPJ 2024.
“Sampai sekarang inlet-nya masih kecil, padahal itu akses jalan masuk,” ujarnya, Jumat (8/5/2026)
Ia menilai kondisi tersebut menjadi kendala dalam pemanfaatan terowongan secara maksimal.
Sementara itu, dari penjelasan kontraktor, penggunaan terowongan masih menunggu satu tahapan administrasi dari pemerintah pusat.
“Masih menunggu satu langkah lagi dari PPJK pusat,” katanya.
Meski demikian, DPRD mendesak agar proses tersebut segera diselesaikan, mengingat masa kontrak proyek telah melewati batas waktu lebih dari tiga bulan.
“Kontraknya sudah lewat tiga bulan. Harusnya sudah bisa dipergunakan,” tegasnya.
Pansus menilai percepatan penyelesaian administrasi dan perbaikan teknis menjadi penting agar infrastruktur tersebut segera dimanfaatkan masyarakat. (Adv/Mj)













