SAMARINDA – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi rakyat di sektor perikanan terus didorong Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, melalui penyaluran bantuan mesin kapal kepada Kelompok Nelayan Makmur Palaran di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda , Sabtu (9/5/2026).
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tangkapan sekaligus menopang kesejahteraan nelayan lokal.
Ananda menjelaskan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang ia serap saat masa reses tahun 2025 lalu. Usulan itu kemudian dibawa ke dalam pembahasan legislatif hingga akhirnya berhasil direalisasikan tahun ini.
“Ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang kami terima saat reses 2025. Setelah melalui proses pengusulan dan pembahasan, akhirnya bantuan ini bisa disalurkan untuk kelompok nelayan di Palaran,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai keberadaan mesin kapal baru akan membantu nelayan menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas sehingga produktivitas perikanan meningkat. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan Palaran selama ini turut memasok kebutuhan ikan di sejumlah wilayah, termasuk Anggana.
“Nelayan di sini melaut sampai kawasan muara dan hasilnya juga diserap di beberapa daerah sekitar. Kalau produksi meningkat, tentu dampaknya akan baik untuk ketahanan pangan daerah,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan mesin kapal, Ananda turut menyoroti persoalan distribusi solar yang hingga kini masih menjadi keluhan nelayan di Samarinda Seberang dan Palaran. Ia menyebut para nelayan harus menempuh perjalanan cukup jauh ke Loa Buah hanya untuk memperoleh bahan bakar.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat biaya operasional nelayan semakin tinggi dan mengurangi efisiensi saat melaut. Karena itu, ia meminta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Selili segera difungsikan.
“Informasinya administrasi dan proses perizinannya sudah selesai. Tinggal penyelesaian teknis operasional. Ini yang terus kami dorong supaya nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan solar,” tegasnya.
Di sisi lain, bantuan tersebut disambut antusias para nelayan. Ketua Kelompok Perikanan Nelayan Makmur Palaran, Darwis, mengaku mesin kapal baru sangat dibutuhkan lantaran sebagian besar peralatan yang digunakan anggota kelompoknya sudah tidak optimal.
“Kami bersyukur bantuan ini akhirnya terealisasi. Mesin ini memang sangat dibutuhkan karena beberapa mesin yang dipakai nelayan sudah sering rusak dan tenaganya juga terbatas,” ucap Darwis.
Ia menjelaskan, keterbatasan kapasitas mesin selama ini membuat nelayan kesulitan menjangkau lokasi tangkap yang lebih jauh. Akibatnya, hasil tangkapan dinilai belum maksimal.
“Kalau mesinnya kecil atau sering bermasalah, nelayan jadi terbatas saat melaut. Dengan mesin baru ini kami berharap bisa menjangkau area yang lebih jauh dan hasil tangkapan juga meningkat,” tambahnya.
Darwis juga membenarkan bahwa persoalan solar masih menjadi hambatan utama bagi nelayan di kawasan tersebut. Ia berharap SPBN Selili dapat segera beroperasi agar nelayan tidak lagi harus membeli BBM ke wilayah yang jauh.
“Mudah-mudahan SPBN di Selili bisa segera berjalan. Jadi nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan solar. Kami juga berharap bantuan untuk nelayan ke depan terus berlanjut,” pungkasnya.












