Samarinda – Komisi II DPRD Kota Samarinda menilai kontribusi Perumda Varia Niaga terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menunjukkan peningkatan. Meski demikian, perusahaan daerah tersebut dinilai masih memiliki banyak ruang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan bagi daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, usai Rapat Hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama mitra kerja pada Senin (13/7/2026) di Ruang Kerja Komisi II Lantai 3 DPRD Kota Samarinda.
Menurut Iswandi, tren kontribusi Perumda Varia Niaga terhadap PAD sudah mulai terlihat signifikan dari tahun ke tahun.
“Secara sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah sudah kelihatan. Artinya di 2024 (sebesar) 400, 2025 (sebesar) 500. Ini tahun ini sekitar 2 miliar lebih ya, 2,5 miliar kalau enggak salah tadi. Artinya sudah signifikan,” ujarnya.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Komisi II tetap memberikan sejumlah catatan terhadap laporan keuangan maupun kinerja perusahaan. Menurutnya, masih banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD.
“Kemudian ada beberapa hal-hal yang kita kritisi juga, termasuk apa namanya, laporan keuangan, kinerja mereka. Dan sebenarnya banyak hal-hal yang bisa dilakukan oleh Fajar Niaga yang bisa dikerjasamakan untuk peningkatan PAD,” katanya.
Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan aset-aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum tergarap secara optimal.
“Satu, misalkan memaksimalkan aset-aset daerah yang idle, yang tidak tergarap. Itu masih banyak. Makanya nanti, kita akan panggil BPKAD, duduk dengan Komisi II, duduk dengan Fajar Niaga,” ucapnya.
Selain itu, Komisi II juga meminta Perumda Varia Niaga menyiapkan konsep-konsep bisnis baru yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD), selama tidak bertentangan dengan regulasi.
“Kemudian kita juga sudah minta konsep-konsep bisnis apa yang bisa dilakukan lagi, yang bisa dibantu oleh Komisi II, dan dibantu oleh OPD yang lain yang memang tidak melanggar regulasi,” lanjutnya.
Iswandi menegaskan potensi pengembangan Perumda Varia Niaga masih cukup besar. Karena itu, berbagai peluang akan dipelajari lebih lanjut bersama OPD terkait.
“Potensinya masih banyak, nanti kita pelajari. Kita temukan lagi, kita dudukkan juga dengan OPD. Intinya kan bahwa Fajar Niaga selain sebagai mesin uang untuk menyumbang PAD terhadap Kota Samarinda, juga salah satu fungsinya kan selama ini yang berjalan bagus adalah menjadi salah satu tim pengendali inflasi daerah, dan itu berjalan juga bagus,” jelasnya.
Menurutnya, ke depan perlu ada keseimbangan antara fungsi Perumda Varia Niaga sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan target kontribusinya terhadap PAD.
“Artinya, ya nanti harus disesuaikan persentase dia ikut di tim pengendali inflasi daerah, dan berapa persen dia menyumbang PAD terhadap Kota Samarinda. Karena kan perusahaan bisnis ini didirikan yang menggunakan juga dana APBD,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













