TELUK PANDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong masyarakat mempertahankan pertanian hortikultura di tengah semakin kuatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit. Upaya tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, ke Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan.
Dalam agenda tersebut, Ardiansyah mengikuti penanaman melon secara simbolis dan panen semangka bersama kelompok tani. Kegiatan juga dirangkai dengan dialog bersama petani dan warga serta peninjauan bantuan rehabilitasi rumah layak huni dari Baznas.
Ardiansyah menegaskan ketahanan pangan harus menjadi bagian nyata dari pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan petani, lahan produktif, serta keberlanjutan produksi pangan perlu mendapatkan perlindungan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.
“Ketahanan pangan ini harus kita tangkap bersama sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Indonesia pernah swasembada pangan tahun 1985 dan sekarang kembali mampu menghasilkan jutaan ton beras,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kelompok tani yang tetap mengembangkan komoditas hortikultura meski berada di tengah kuatnya geliat industri sawit. Gapoktan Sawit Mandiri Sejahtera (SMS) membudidayakan melon, sedangkan Kelompok Tani Sinar Mentari mengembangkan semangka.
Namun, keberlangsungan pertanian tersebut menghadapi tantangan banjir. Ketua Gapoktan SMS Sunyoto mengungkapkan sebagian lahan mulai ditinggalkan karena genangan air yang semakin sering. Penyempitan alur sungai di kawasan RT 5 Teluk Pandan turut memperparah luapan air ketika musim hujan.
Petani berharap normalisasi sungai dilakukan dan sarana produksi pertanian mendapat dukungan. Pemerintah daerah juga menjelaskan bahwa sejak 2024 pengadaan alat pertanian, bibit, dan pupuk sebagian besar telah menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Sekarang pemerintah daerah tidak bisa lagi membeli alat pertanian secara langsung. Semua harus diusulkan ke pusat, termasuk bibit dan pupuk,” katanya.
Ardiansyah juga menekankan penanganan banjir harus melihat penyebabnya. “Kalau sungainya meluap tentu normalisasi diperlukan. Tapi kalau air tertahan di lahan, maka irigasinya yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Teluk Pandan Anwar berharap kunjungan tersebut semakin mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi pertanian lokal.(adv)













