Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan swasembada pangan mencapai 100 persen pada akhir 2026. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menyebut tingkat swasembada pangan Kaltim kini telah mencapai 58 persen, meningkat signifikan dibandingkan saat awal pemerintahan.
Hal itu disampaikan Seno Aji kepada wartawan usai Rapat Paripurna Ke-21 DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026), di Gedung Utama Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.
Seno Aji mengatakan tingkat swasembada pangan Kaltim meningkat dari sekitar 30 persen saat dirinya bersama Gubernur Kaltim dilantik menjadi 58 persen saat ini.
“Sejak kita dilantik, itu baru 30% swasembada pangan, dan sekarang sudah 58%, hampir 60%. Artinya ada peningkatan 100% untuk swasembada pangan,” kata Seno Aji.
Menurut dia, Pemprov Kaltim telah melakukan rapat koordinasi untuk mempercepat pencapaian target swasembada pangan. Pemerintah daerah akan terus memacu peningkatan produksi hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun.
“Insya Allah di akhir tahun 2026 kita akan pacu untuk bisa 100%,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah juga menyiapkan pencetakan sawah baru seluas 15.000 hektare. Program tersebut saat ini dilakukan oleh TNI.
Seno Aji mengatakan tambahan lahan tersebut nantinya akan memperbesar areal yang dapat dimanfaatkan untuk produksi pangan. Dengan penambahan tersebut, total lahan yang dapat dimanfaatkan diproyeksikan mencapai 55.000 hektare.
“15.000 hektar ini sekarang sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Sehingga nanti total 55.000 hektar bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras di Kalimantan Timur,” katanya.
Pemprov Kaltim berharap optimalisasi lahan hingga sekitar 55.000 hektare dapat meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target swasembada pangan 100 persen pada akhir 2026. (Iqbal Al-Fiqri)













