Samarinda – Komando Distrik Militer (Kodim) 0901/Samarinda menerima aksi penyampaian aspirasi dari massa mahasiswa dalam aksi massa “Tolak Impunitas oleh Militer, Seret Pelaku ke Peradilan Umum”. Aksi tersebut berlangsung di depan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Samarinda, pada Rabu (8/4/2026), dalam konteks kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Komandan Kodim (Dandim) 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M, yang menemui langsung massa aksi, menyatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan dan akan meneruskannya ke pimpinan.
“Kami menerima aksi penyampaian aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Tuntutan-tuntutan ini nanti akan kita laporkan ke pimpinan. Terus terang kami juga sependapat sebenarnya, karena memang permasalahan ini harus diungkap dan harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengaku terkejut dengan adanya peristiwa tersebut dan berharap proses hukum dapat segera menemukan kejelasan.
“Kita mendengar berita itu juga kaget. Ada apa, kenapa terjadi seperti ini. Kita menyayangkan hal itu. Saat ini sedang berproses, kita menunggu hasilnya. Mudah-mudahan cepat keluar supaya tahu siapa dalang dari kejadian ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa sempat mempertanyakan posisi TNI terkait tuntutan agar pelaku diadili di peradilan umum. Menanggapi hal itu, Dandim menyebut bahwa mekanisme hukum yang berlaku saat ini masih mengacu pada sistem peradilan militer.
“Karena dia personel militer, memang ada proses. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. Prosedurnya seperti itu, karena dia anggota TNI akan diproses di Pengadilan TNI. Setahu saya peraturannya seperti itu. Saya tidak tahu kalau militer bisa diproses di peradilan umum, mungkin belum ada aturannya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam sistem peradilan militer, terdapat kemungkinan sanksi tegas hingga pemecatan terhadap pelaku jika terbukti bersalah.
“Bisa sanksi pemecatan karena statusnya sebagai anggota TNI,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan prajurit untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
“Saya selalu menekankan pada prajurit supaya selalu baik-baik dengan rakyat. Tidak boleh menyakiti hati rakyat. Bantu rakyat, ringankan beban rakyat,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa situasi di Samarinda sejauh ini tetap aman dan kondusif, serta menyebut aksi yang berlangsung sebagai bentuk solidaritas.
“Selama ini Samarinda aman, kondusif berkat kerja sama kita semua. Ini kan aksi solidaritas,” tutupnya. (Iqbal Al-Fiqri)













