Samarinda — Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di Jakarta kini menjadi sorotan bukan semata karena kondisinya yang memprihatinkan, tetapi juga karena peran strategisnya yang belum dimaksimalkan.
Komisi I DPRD Kaltim menilai, kantor tersebut seharusnya menjadi pusat informasi dan promosi daerah yang aktif, sekaligus menjadi rumah aman bagi warga Kaltim yang sedang berada di ibu kota.
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menegaskan bahwa Kantor Penghubung memiliki fungsi yang sangat vital dalam memperkenalkan potensi dan identitas Kaltim kepada khalayak nasional.
Menurutnya, bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga representasi daerah yang harus ditampilkan secara optimal.
“Gedung ini seharusnya menjadi pusat informasi dan promosi daerah. Tempat di mana potensi Kaltim bisa diperkenalkan, dijual, dan dikoneksikan ke berbagai peluang di tingkat pusat,” ujarnya, Sabtu (12/7/25).
Sayangnya, lanjut Baharuddin, kondisi fisik bangunan yang kusam dan terkesan tak terurus justru mencederai tujuan itu. Ia menilai, wajah promosi Kaltim tidak bisa dibiarkan tampil lusuh.
Karena itu, perlu ada rehabilitasi menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.
“Kalau kita ingin serius membawa nama Kaltim ke kancah nasional, ya fasilitasnya harus mendukung. Kantor ini tidak bisa lagi diperlakukan sebagai kantor biasa,” tegasnya.
Lebih jauh, Baharuddin menambahkan bahwa kantor ini juga memiliki dimensi sosial yang penting. Selain fungsi pemerintahan dan promosi, kantor penghubung juga kerap dijadikan tempat singgah bagi warga Kaltim di Jakarta yang sedang membutuhkan bantuan atau pengurusan administrasi.
“Bagi perantau Kaltim, ini bisa menjadi rumah singgah. Jadi pelayanannya juga harus manusiawi ruang tunggu nyaman, kamar layak, kebersihan terjaga,” katanya.
Komisi I DPRD Kaltim pun meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pendapatan Daerah segera merancang langkah strategis untuk menata ulang fungsi dan wajah kantor penghubung tersebut. Rehabilitasi total dan peningkatan kualitas layanan disebut sebagai dua hal mutlak yang harus segera diwujudkan.
“Ini tentang marwah dan citra daerah. Kalau kita ingin dihormati di tingkat nasional, ya harus mulai dari cara kita menampilkan diri,” tutur Baharuddin.
DPRD memastikan akan mengawal rencana revitalisasi Kantor Penghubung agar masuk dalam prioritas anggaran daerah, demi memperkuat posisi Kalimantan Timur di mata nasional. (ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













