Samarinda – Budaya daerah bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga potensi ekonomi dan diplomasi yang bisa dikembangkan melalui pendekatan kekinian.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, saat menyoroti strategi pelestarian dan pengembangan budaya lokal di era digital.
Menurut Fadly, pelestarian budaya tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional. Ia mendorong agar promosi budaya Kaltim lebih progresif melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dan sektor swasta. Terlebih, pemanfaatan teknologi digital dan keterlibatan kreator muda disebutnya sebagai kunci untuk membawa budaya Kaltim ke level nasional hingga global.
“Budaya kita jangan hanya ditampilkan di panggung seremoni. Kita harus masuk ke media sosial, ke platform digital, ke dunia kreatif yang digandrungi anak muda,” ujar Fadly, Sabtu (12/7/25).
Ia mengusulkan agar pemerintah mulai memfasilitasi digitalisasi karya seni, mengembangkan program pelibatan kreator muda, serta mengintegrasikan media sosial sebagai alat promosi budaya lokal. Platform seperti YouTube, Instagram, hingga aplikasi interaktif dinilai bisa menjadi ruang baru bagi ekspresi budaya Kaltim.
“Bayangkan kalau tarian Dayak, seni manik, atau cerita rakyat Kaltim dikemas jadi film pendek atau konten digital. Itu akan menjangkau dunia. Anak muda harus dilibatkan sebagai motor penggerak,” jelasnya.
Fadly juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, komunitas kreatif, hingga pelaku pariwisata harus duduk bersama untuk menyusun strategi promosi budaya yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menyoroti potensi ekonomi kreatif berbasis budaya yang selama ini belum tergarap optimal. Menurutnya, jika dikelola dengan pendekatan industri kreatif, seni dan budaya lokal bisa menjadi sumber pendapatan sekaligus penguat identitas daerah.
“Ini saatnya budaya jadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi. Kita punya modal budaya yang kaya, tinggal kemasannya kita sesuaikan dengan zaman,” katanya.
Fadly berharap, kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan ke depan lebih mendorong transformasi budaya digital ini. Dengan dukungan regulasi, pelatihan, dan infrastruktur, pelaku budaya di daerah bisa berkembang sekaligus bersaing di panggung nasional dan global.
“Budaya harus bergerak, bukan hanya disimpan. Dan kolaborasi jadi jalan utama untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan relevan,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













