Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Agusriansyah Dorong Otonomi Sekolah dalam Program MBG, Kunci Peningkatan Gizi dan Transparansi Anggaran

Zahara by Zahara
12 Juli, 2025
in Advedtorial, DPRD Kaltim
0
Agusriansyah Dorong Otonomi Sekolah dalam Program MBG, Kunci Peningkatan Gizi dan Transparansi Anggaran

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat mendapat perhatian khusus dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Bukan hanya dari sisi pelaksanaannya, tetapi juga dalam hal pengelolaan anggarannya.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai bahwa keterlibatan langsung pihak sekolah sebagai pelaksana program akan menciptakan efisiensi sekaligus transparansi.

Menurut politisi PKS ini, selama ini model distribusi yang bertumpu pada penyedia pihak ketiga melalui mekanisme tender justru menyulitkan pengawasan dan tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan gizi siswa di masing-masing wilayah.

“Saya usulkan agar setiap sekolah membentuk tim pelaksana sendiri, dengan alokasi anggaran yang jelas per siswa. Dengan begitu, mereka bisa menyusun menu yang sesuai, melakukan pengelolaan langsung, dan menyusun SPj yang lebih transparan,” ungkapnya, Sabtu (12/7/25).

Agusriansyah menyoroti bahwa pendekatan bottom-up, di mana sekolah memiliki kendali penuh terhadap pelaksanaan MBG, akan jauh lebih relevan dengan kondisi lokal.

Ia menyebut sejumlah laporan dari sekolah yang mengeluhkan kualitas makanan MBG yang disediakan rekanan justru menurun dibanding sebelumnya.

“Sekolah-sekolah ini sudah tahu apa yang terbaik untuk muridnya. Jika diberi ruang mengelola langsung, mereka bisa menyediakan makanan bergizi yang lebih sesuai dengan kultur lokal dan kondisi gizi anak-anak,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai model pelibatan langsung sekolah juga akan memperkuat rasa tanggung jawab terhadap anggaran negara. Kepala sekolah, komite, dan tenaga pendidik akan merasa memiliki dan turut menjaga kualitas program. Ini sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk dalam pengawasan pelaksanaan.

“Kita ingin akuntabilitas. Ketika sekolah diberi wewenang, maka mereka akan lebih serius menyusun laporan, menjaga kualitas makanan, dan memastikan siswa benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Agusriansyah juga menekankan bahwa program MBG seharusnya tidak diperlakukan seragam di seluruh Indonesia. Dengan keragaman geografis, ekonomi, dan budaya, ia meminta pemerintah pusat untuk merumuskan kebijakan teknis yang memberi fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam menyesuaikan program dengan kondisi lokal.

“Jangan semua dipaksa sama. Sekolah di Samarinda berbeda dengan yang di Mahulu. Kebutuhan gizinya pun tak bisa disamaratakan,” jelasnya.

Program MBG yang mulai bergulir awal 2025 ini merupakan bagian dari visi nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan gizi siswa.

Namun, Agusriansyah mengingatkan bahwa visi besar tersebut hanya akan berhasil jika dibarengi dengan tata kelola yang partisipatif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Program ini jangan hanya jadi proyek. Harus jadi gerakan bersama, dan itu dimulai dengan mempercayakan sekolah sebagai penggerak utamanya,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)

Penulis : NA

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 101
Previous Post

Transformasi Digital Desa Hanya Ilusi: Agusriansyah Desak Pemerintah Dahulukan Infrastruktur Dasar

Next Post

KFBN 2025 Siap Sulap Tiga Titik Tenggarong Jadi Pusat Budaya Nusantara

Zahara

Zahara

Next Post
KFBN 2025 Siap Sulap Tiga Titik Tenggarong Jadi Pusat Budaya Nusantara

KFBN 2025 Siap Sulap Tiga Titik Tenggarong Jadi Pusat Budaya Nusantara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Ananda Serahkan Bantuan 14 Mesin Kapal, Persoalan Administrasi Nelayan Palaran Ikut Dikawal

Ananda Serahkan Bantuan 14 Mesin Kapal, Persoalan Administrasi Nelayan Palaran Ikut Dikawal

10 Mei, 2026
Ananda Emira Moeis Serahkan Bantuan Mesin untuk Nelayan Palaran hingga Kawal SPBN

Ananda Emira Moeis Serahkan Bantuan Mesin untuk Nelayan Palaran hingga Kawal SPBN

9 Mei, 2026
Curhat Nelayan Samarinda Seberang Ke Ananda : Solar Subsidi Tak Tersedia, Aktivitas Melaut Kian Berat

Curhat Nelayan Samarinda Seberang Ke Ananda : Solar Subsidi Tak Tersedia, Aktivitas Melaut Kian Berat

8 Mei, 2026
Perkuat Ketahanan Ekonomi Rakyat, Ananda Salurkan Bantuan Mesin Kapal di Mangkupalas

Perkuat Ketahanan Ekonomi Rakyat, Ananda Salurkan Bantuan Mesin Kapal di Mangkupalas

8 Mei, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Ananda Serahkan Bantuan 14 Mesin Kapal, Persoalan Administrasi Nelayan Palaran Ikut Dikawal

Ananda Emira Moeis Serahkan Bantuan Mesin untuk Nelayan Palaran hingga Kawal SPBN

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.