Samarinda – Transformasi digital kian dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menilai bahwa pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya tak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif.
Fadly menyebutkan bahwa pendekatan pelestarian budaya harus beradaptasi dengan realitas digital yang kini mendominasi berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, budaya yang tidak dibawa masuk ke ruang digital berisiko kehilangan relevansi, terutama di mata generasi muda.
“Sudah saatnya kita melihat budaya bukan hanya sebagai simbol identitas, tapi juga sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi jika dikelola secara inovatif,” ujarnya, Selasa (29/7/2025)
Ia menekankan bahwa proses digitalisasi tidak berhenti pada upaya pendokumentasian semata. Lebih dari itu, teknologi dapat menjadi jembatan untuk mengemas ulang kekayaan budaya dalam format yang lebih menarik dan mudah diakses, seperti konten visual, pertunjukan daring, hingga platform edukatif interaktif.
Dalam pandangannya, penguatan sektor ekonomi kreatif lokal berbasis budaya membutuhkan dukungan menyeluruh, baik dari sisi kebijakan maupun infrastruktur.
Peran pemerintah pusat dianggap vital dalam hal ini, terutama dalam menyusun regulasi yang berpihak pada kemajuan budaya digital dan pemberdayaan pelaku seni.
“Kita butuh ekosistem yang mendukung mulai dari pelatihan teknologi, akses internet merata, hingga kemitraan lintas sektor. Tanpa itu, digitalisasi hanya akan jadi wacana,” kata Fadly.
Politisi muda ini juga mendorong kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, komunitas seni, serta pelaku pariwisata untuk menciptakan sinergi yang mampu memperkuat posisi budaya lokal dalam rantai nilai ekonomi nasional maupun global.
Ia percaya, dengan visi yang terarah dan kolaborasi yang kuat, budaya lokal dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
“Budaya adalah aset strategis. Kalau kita serius mengelolanya, ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam,” tutupnya. (Adv DPRD Kaltim)
Penulis NA













