TENGGARONG – Arahan tegas dari Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, yang menekankan transparansi dan akuntabilitas administrasi, diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kebijakan ini disambut positif oleh Bidang Bina Marga DPU Kukar, yang bertanggung jawab pada pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan sebagai sarana vital mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Ketika proses administrasi bersih, tanpa pungutan tambahan, maka pelaksanaan proyek di lapangan pun lebih fokus pada kualitas.
Anggaran bisa dimanfaatkan optimal untuk membangun infrastruktur yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Linda Juniarti, Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, di sela kegiatan rapat koordinasi lintas bidang sebagai respons terhadap isu pungutan administrasi yang sempat mencuat di lingkungan kerja instansi tersebut, Kamis (2/10/2025).
Menurut Linda, jalan dan jembatan bukan hanya sarana transportasi, melainkan juga urat nadi ekonomi masyarakat.
Dengan infrastruktur yang baik, distribusi hasil pertanian, perkebunan, hingga aktivitas UMKM akan lebih lancar.
“Akses jalan yang terhubung dengan baik akan mempercepat distribusi barang dan jasa, dan ini dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan Kukar,” jelasnya.
Linda menambahkan, dukungan terhadap penerapan **sistem e-kontrak** akan memperkuat akuntabilitas.
Sistem berbasis digital tersebut memungkinkan proses perencanaan, kontrak, hingga pelaksanaan bisa dipantau lebih terbuka.
“Dengan digitalisasi, potensi penyimpangan bisa ditekan. Kami juga bisa bekerja lebih cepat dan efisien, sehingga pembangunan jalan dan jembatan bisa diselesaikan tepat waktu dengan mutu yang lebih terjamin,” tegas Linda.
Kebijakan transparansi ini diyakini akan menciptakan iklim kerja yang lebih sehat antara Pemerintah Daerah, kontraktor, dan masyarakat.
Ke depan, DPU Kukar berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya memenuhi target fisik, tetapi juga membawa nilai tambah bagi tata kelola Pemerintahan yang bersih.
“Kami ingin masyarakat menilai bahwa pembangunan infrastruktur di Kukar bukan hanya proyek, tetapi sebuah amanah. Jalan dan jembatan yang dibangun dengan integritas akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” pungkas Linda. (Adv-DPU Kukar)














