Balikpapan — Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait peran mereka dalam kehidupan demokrasi kembali digelar melalui Penguatan Demokrasi Daerah ke-11 Tahun 2025, yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, untuk wilayah Kota Balikpapan.
Kegiatan dengan tema “Hak dan Kewajiban Masyarakat Sipil” ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, pukul 20.00 WITA, bertempat di RT 3, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Acara dihadiri para ketua RT se-Kelurahan Sepinggan serta warga sekitar. Diskusi dipandu oleh Siti Aminah sebagai moderator, dengan menghadirkan dua narasumber: Ruddy Iskandar dan Budiansyah.
Dalam sambutan pembuka, H. Baba menegaskan pentingnya kehadiran masyarakat dalam pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
“Demokrasi tidak hanya tentang pemilu atau proses formal, tetapi bagaimana masyarakat terlibat aktif mengawasi, menyampaikan aspirasi, dan memahami hak serta kewajibannya,” ujar H. Baba.
Ia menambahkan bahwa forum seperti ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan dialog bagi masyarakat.
“Ketika warga memahami peran mereka, maka kebijakan publik akan berjalan lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Narasumber pertama, Ruddy Iskandar, menjelaskan bahwa masyarakat sipil memiliki kekuatan besar dalam mengawal kebijakan melalui hak-hak yang melekat.
“Setiap warga punya hak untuk menyampaikan pendapat, hak mendapat pelayanan, dan hak ikut mengawasi jalannya pemerintahan,” terang Ruddy.
Namun, ia menekankan bahwa hak tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab.
“Aspirasi yang disampaikan dengan cara yang tepat akan memperkuat suara publik dan mendorong pemerintah lebih responsif,” tambahnya.
Sementara itu, Budiansyah sebagai narasumber kedua menyoroti aspek kewajiban yang sering kali dilupakan.
“Kewajiban masyarakat seperti menjaga ketertiban, mengikuti regulasi, hingga mengawasi pelayanan publik adalah fondasi pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan di era demokrasi modern.
“Kita tidak bisa hanya menuntut pemerintah bekerja baik. Warga juga harus ambil bagian agar tidak ada ruang bagi penyimpangan,” tambah Budiansyah.
Moderator Siti Aminah memandu jalannya kegiatan dengan diskusi dua arah. Peserta yang merupakan para ketua RT dan warga tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengawasi anggaran kelurahan, hingga meningkatkan solidaritas sosial.
H. Baba mengapresiasi antusiasme peserta.
“Saya bangga melihat warga Sepinggan begitu aktif. Inilah bukti bahwa demokrasi tumbuh dari bawah,”tutupnya.













