Samarinda – Fraksi PAN–NasDem DPRD Kalimantan Timur menyampaikan laporan hasil Reses Masa Sidang I Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (23/02/2026). Laporan tersebut dibacakan oleh Baharuddin Demmu.
Dalam penyampaiannya, Baharuddin Demmu menegaskan bahwa pelaksanaan reses telah berjalan sesuai jadwal, yakni pada 25 Januari hingga 1 Februari 2026.
“Pelaksanaan reses telah terlaksana sesuai jadwal, yaitu pada tanggal 25 Januari sampai 1 Februari 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh anggota Fraksi PAN–NasDem telah turun ke daerah pemilihan masing-masing. Mereka adalah Darlis Pattalongi (Dapil Samarinda), Sigit Wibowo (Dapil Balikpapan), Baharuddin Demmu (Dapil Kutai Kartanegara), Abdul Rahman Agus (Dapil Kutai Barat–Mahakam Ulu), Abdul Giaz (Dapil Samarinda), serta Arfan (Dapil Bontang, Berau, dan Kutai Timur).
Menurut Baharuddin, reses merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung melalui kunjungan dan dialog.
“Reses merupakan sarana untuk menyerap aspirasi. Dalam reses ini kami telah melakukan kunjungan dan pertemuan dengan masyarakat serta melakukan dialog. Melalui kegiatan tersebut kami mendapat berbagai usulan yang nantinya menjadi pijakan pemerintah daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, penyerapan aspirasi memberi kesempatan bagi anggota DPRD untuk memahami kondisi riil masyarakat.
“Penyerapan aspirasi ini memberikan kesempatan bagi anggota DPRD untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat yang harus diperjuangkan demi meningkatkan taraf kesejahteraan hidup,” tegasnya.
Dalam laporan tersebut, Fraksi PAN–NasDem mencatat telah melaksanakan reses di 66 titik dan menyerap total 312 aspirasi masyarakat.
Infrastruktur Dominan
Di sektor infrastruktur, usulan masyarakat mencakup perbaikan jalan umum dan jalan lingkungan, perbaikan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) yang dinilai bergelombang di sejumlah titik, pembangunan dan perbaikan drainase, pengadaan sumur bor, hingga penerangan jalan umum.
Persoalan infrastruktur ini dinilai menjadi kebutuhan mendasar, terutama untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Pendidikan dan Kesehatan
Di bidang pendidikan dan kesehatan, masyarakat menyampaikan keluhan terkait penonaktifan BPJS oleh pemerintah pusat.
Selain itu, kebutuhan pembangunan sekolah PAUD, pemerataan bantuan beasiswa Gratispol pendidikan, serta peningkatan layanan Posyandu juga menjadi sorotan.
Aspirasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap peningkatan layanan dasar yang lebih merata dan berkelanjutan.
Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan juga menjadi perhatian dalam reses kali ini. Usulan yang diserap antara lain bantuan pupuk untuk petani, bantuan perahu mesin bagi nelayan, bantuan ternak sapi dan kambing, penyediaan bibit tanaman untuk pertanian dan perkebunan, serta peningkatan sarana dan prasarana pertanian.
Menurut Fraksi PAN–NasDem, dukungan pada sektor ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa.
Aspirasi Sosial
Di sektor sosial, masyarakat mengusulkan perbaikan rumah ibadah, bantuan ambulans, renovasi rumah adat, pembangunan dan peningkatan sarana prasarana olahraga, serta ketersediaan gas LPG yang lebih stabil.
Menutup laporannya, Baharuddin menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD.
Laporan tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur masih bertumpu pada penguatan infrastruktur, layanan dasar, serta dukungan terhadap sektor ekonomi rakyat sebagai fondasi pembangunan daerah.













