Samarinda — Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai program GratisPol perlu dievaluasi, terutama terkait output dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan kunjungan dialog bersama petani di kawasan Betapus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (17/4/2026).
Menurut Ananda, program yang digagas pemerintah provinsi tersebut merupakan langkah besar dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat Kalimantan Timur, meski baru berjalan sekitar satu tahun.
“Dengan anggaran yang sebegitu besar, sebetulnya luar biasa Pak Gubernur sudah membuat sebuah program untuk memberikan kesempatan terkait pendidikan untuk anak-anak Kalimantan Timur. Tetapi nanti output-nya kita harus lihat juga seperti apa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap aspek perbaikan program serta kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Nah nanti kita lihat apa saja dari program tersebut yang perlu diperbaiki, terus juga dengan tujuannya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas lagi ke anak-anak kita di Kalimantan Timur ini apakah sudah tepat sasaran,” lanjutnya.
Ananda juga menyoroti perlunya penyesuaian fokus bidang pendidikan, terutama untuk mendukung kebutuhan tenaga ahli di Kalimantan Timur, seperti sektor kesehatan dan bidang strategis lainnya.
“Dokter itu kurang lho di Kalimantan Timur. Mungkin bisa lebih difokuskan untuk kedokterannya, farmasinya, atau keperawatannya,” tutupnya. (Iqbal Al-Fiqri)













