Samarinda –Proyek pembangunan Kolam Retensi Sempaja menjadi salah satu perhatian serius Panitia Khusus (Pansus) DPRD Samarinda pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Tahun 2025.
Proyek yang dikerjakan dalam dua segmen dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar tersebut meliputi pembangunan kolam retensi, sistem drainase, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan belum lama ini, Pansus menemukan sejumlah catatan terhadap proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu solusi pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Ketua Pansus LKPJ 2025, Achmad Sukamto, mengungkapkan bahwa proyek tersebut masih menyisakan sejumlah catatan penting.
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan dalam dua tahap, yakni segmen pertama senilai Rp19 miliar dan segmen kedua Rp9 miliar.
Namun, hingga saat ini kedua segmen tersebut belum terkoneksi secara optimal.
“Kolam retensi ini ada catatan. Pembangunan pertama Rp19 miliar, segmen kedua Rp9 miliar, tapi ternyata belum terkoneksi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026)
Tak hanya itu, menurutnya masih ada rencana tambahan pekerjaan untuk segmen pompa, yang kembali memunculkan pertanyaan terkait perencanaan awal proyek.
“Katanya masih ada tambahan lagi untuk segmen pompa. Ini juga jadi catatan kami,” tegasnya.
Sukamto menilai, dengan total anggaran yang cukup besar, hasil pekerjaan seharusnya bisa lebih maksimal dan terintegrasi.
“Intinya, dengan uang sebanyak itu masa volume pengerjaannya hanya seperti itu. Ini belum maksimal,” pungkasnya. (Adv/Mj)













