Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya pelajar, agar lebih serius dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan di era digital.
Menurutnya, saat ini pola persaingan telah berubah dan tidak lagi terbatas pada lingkup lokal. Pelajar di Samarinda dituntut mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Belajar harus serius, karena kita sudah masuk era digital. Persaingan kita bukan hanya sesama pelajar di Samarinda, tapi sudah se-Kaltim, se-Indonesia, bahkan internasional,” ujarnya, Rabu (6/5/2026)
Ia menilai, tantangan dalam 20 hingga 30 tahun ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan atau multiple intelligence.
“Kedepan itu menuntut kecerdasan yang beragam, kemampuan menguasai berbagai skill yang berbeda. Itu yang harus mulai dipersiapkan dari sekarang,” jelasnya.
Ismail juga mengingatkan bahwa sekolah bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh ilmu. Ia mendorong pelajar untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun organisasi di luar sekolah sebagai sarana mengasah kemampuan tambahan.
“Sekolah itu penting, tapi bukan satu-satunya tempat belajar. Ada ekstrakurikuler, ada organisasi, itu yang bisa membentuk skill kita jadi lebih beragam,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa arus globalisasi akan membuka peluang sekaligus tantangan, termasuk masuknya tenaga kerja dari luar daerah maupun luar negeri.
“Tantangan ke depan semakin besar, dan dari luar juga pasti akan datang. Jadi kita harus meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing,” tutupnya. (Adv/Mj)













