SAMARINDA – Rencana penataan ulang Pasar Segiri diperkirakan masih harus menunggu kondisi keuangan daerah yang lebih sehat. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, proyek revitalisasi pasar tradisional terbesar di Samarinda tersebut dinilai belum memungkinkan untuk segera dijalankan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan keterbatasan ruang fiskal menjadi tantangan utama dalam merealisasikan program pembangunan yang membutuhkan anggaran besar, termasuk revitalisasi Pasar Segiri.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih dihadapkan pada berbagai kebutuhan prioritas lain yang juga memerlukan dukungan pembiayaan.
“Dalam situasi efisiensi anggaran seperti sekarang, peluang revitalisasi Pasar Segiri untuk direalisasikan dalam waktu dekat memang masih cukup berat,” ujar Deni, Kamis (18/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana pembenahan Pasar Segiri tidak dibatalkan. DPRD tetap memandang revitalisasi sebagai kebutuhan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Deni menjelaskan, pembahasan lebih lanjut terkait proyek tersebut kemungkinan baru akan mengemuka saat proses penyusunan anggaran tahun 2027. Pada saat itu, pemerintah daerah dapat kembali mengevaluasi kemampuan fiskal sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kalau kondisi fiskal daerah nantinya sudah lebih memungkinkan, tentu rencana revitalisasi itu bisa kembali dibahas secara detail,” katanya.
Ia menilai pembahasan proyek revitalisasi tidak cukup hanya berbicara soal pembangunan fisik semata. DPRD juga ingin memastikan konsep yang disiapkan pemerintah benar-benar matang dan mampu menjawab kebutuhan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.
Karena itu, apabila usulan revitalisasi kembali diajukan, DPRD akan meminta penjelasan menyeluruh terkait arah pengembangan pasar, mulai dari desain kawasan, sistem pengelolaan, hingga skema pembiayaan yang akan digunakan.
“Jika nantinya diajukan kembali, kami ingin konsepnya dijelaskan secara lengkap supaya arah pembangunan pasar benar-benar jelas,” ucapnya.
Selain persoalan anggaran, Deni menilai sejumlah aspek perencanaan masih perlu dikaji lebih mendalam. Hal tersebut penting agar proyek yang nantinya dijalankan tidak menimbulkan persoalan baru dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi para pedagang maupun pengunjung.
Menurutnya, kehati-hatian dalam menyusun perencanaan menjadi langkah yang diperlukan agar revitalisasi tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
DPRD berharap ketika program tersebut benar-benar direalisasikan, wajah baru Pasar Segiri tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada pasar tersebut.
“Yang terpenting, revitalisasi nantinya harus memberikan kenyamanan bagi masyarakat tanpa mengurangi ruang usaha para pedagang yang sudah lama beraktivitas di Pasar Segiri,” pungkasnya. (Adv)












