SAMARINDA – Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Samarinda dinilai tidak hanya membawa peluang bagi pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan tantangan serius, terutama dalam sektor ketenagakerjaan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan, menegaskan perlunya langkah strategis pemerintah untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk.
Menurutnya, bertambahnya jumlah penduduk dapat menjadi modal pembangunan apabila diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai. Namun, kondisi sebaliknya dapat memunculkan persoalan sosial dan ekonomi apabila pertumbuhan tenaga kerja tidak mampu diserap oleh pasar kerja yang tersedia.
“Pertambahan penduduk ini saya kira sekaligus menjadi potensi dan peluang bagi daerah. Tetapi di sisi lain juga menjadi tantangan, terutama apabila tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia,” ujar Yakob, Kamis (18/6/2026)
Ia menilai Pemerintah Kota Samarinda perlu mulai memikirkan skema perlindungan terhadap tenaga kerja lokal di tengah arus masuk penduduk dari berbagai daerah. Menurutnya, penyelenggaraan ketenagakerjaan harus mampu memberikan kepastian dan ruang yang cukup bagi warga lokal untuk memperoleh pekerjaan.
“Bagaimana orang-orang yang masuk ke Samarinda ini, dan bagaimana kita melindungi tenaga kerja kita sendiri, itu yang perlu diatur dalam penyelenggaraan tenaga kerja,” katanya.
Yakob juga menyoroti dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap dinamika tenaga kerja di daerah. Ia mengingatkan bahwa banyak pekerja yang saat ini terlibat dalam proyek pembangunan IKN berpotensi menghadapi ketidakpastian pekerjaan setelah tahapan konstruksi utama selesai.
Menurutnya, pemerintah perlu mulai memikirkan langkah antisipatif terhadap keberadaan tenaga kerja pasca pembangunan IKN agar tidak menambah tekanan terhadap pasar kerja di Samarinda maupun wilayah penyangga lainnya.
“Seperti sekarang ini di IKN, banyak tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembangunan. Namun, yang perlu dipikirkan juga adalah bagaimana nasib mereka setelah pekerjaan pembangunan itu selesai. Ini menjadi tantangan yang harus dipersiapkan dari sekarang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yakob mendorong pemerintah untuk membuka peluang investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru secara berkelanjutan. Ia menilai keberadaan perusahaan-perusahaan yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar menjadi salah satu solusi untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk.
Selain itu, ia meminta adanya evaluasi terhadap komposisi tenaga kerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di Samarinda. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang proporsional dalam dunia kerja.
“Banyak juga perusahaan di Samarinda yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah. Karena itu perlu dihitung berapa persen perusahaan mengakomodasi tenaga kerja lokal. Ini penting agar masyarakat Samarinda juga mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. (Adv)













