Samarinda — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan tidak ada skenario politik keluarga maupun dinasti politik dalam arah politiknya ke depan, termasuk terkait isu yang menyeret nama anaknya, Afif, dalam kontestasi Pilkada Kota Samarinda 2031.
Pernyataan itu disampaikan Andi Harun usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan II Tahun 2026 dengan agenda Nota Penjelasan dan Penyampaian Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Samarinda Tahun 2025, Kamis (25/6/2026), di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda.
Dalam wawancara dengan wartawan, Andi Harun membantah isu di media sosial yang menyebut dirinya akan naik ke tingkat provinsi sementara anaknya dipersiapkan maju di Kota Samarinda.
“Enggak ada, saya tegaskan Afif saya larang untuk maju karena saya konsisten pada wacana dinasti,” ujar Andi Harun.
Ia bahkan meminta publik mencatat pernyataannya dan menagih komitmen tersebut pada 2030 mendatang.
“Kalau soal Afif, kalian boleh catat besar-besar. Tidak pernah ada niat seujung kuku pun, dan kalian boleh tagih saya nanti di 2030 kalau saya bohong,” katanya.
Andi Harun menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut sebagai fitnah besar.
“Ini medsos ini bukan cuma sekadar hoaks, tapi sudah membuat fitnah yang begitu besar,” ucapnya.
Ia mengungkapkan sempat berdiskusi dengan anaknya terkait kemungkinan mundur dari jabatan di DPRD. Namun, menurut dia, sang anak memilih menyelesaikan amanah yang telah diberikan masyarakat.
“Dia bilang, ‘Ini kepercayaan masyarakat Samarinda kepada saya. Biar saya selesaikan,’” tutur Andi Harun.
Meski demikian, ia mengingatkan keluarganya agar tidak menjadikan politik sebagai prioritas utama dibanding kehidupan keluarga.
“Saya bilang sama dia, ‘Keluarga tanggung jawab jauh lebih utama daripada kegiatan politik apa pun,’” katanya.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan dan memberi ruang kepada kader-kader terbaik untuk maju di Pilwali Samarinda.
“Saya mendorong kader-kader terbaik, tokoh-tokoh terbaik yang ingin mengabdikan diri untuk menjadi pemimpin Samarinda, silakan. Semakin banyak calon, semakin banyak alternatif bagi masyarakat untuk memilih,” ujarnya.
Ia menyebut di internal Partai Gerindra sudah muncul beberapa nama yang disebut akan maju pada Pilwali Samarinda 2031, di antaranya Agus Suwandi dan Helmi Abdullah.
Namun, Andi Harun menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat partai.
“Pada intinya kalau di internal partai kami, pasti akan ikut, nurut siapa pun kelak yang akan direkomendasikan dan ditugaskan oleh Dewan Pimpinan Pusat partai,” katanya.
Andi Harun pun meminta publik tidak terlalu serius menanggapi dinamika politik yang masih terlalu dini dibicarakan.
“Berpolitik itu serius penting, tapi di waktu yang kurang tepat untuk serius, nanti jadi kaku malahan,” tutupnya. (Iqbal Al-Fiqri)












