Samarinda – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan kesiapan penerapan program parkir berlangganan usai menghadiri Rapat Hearing Komisi III DPRD Kota Samarinda terkait Rencana Kerja Kegiatan Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027, Kamis (9/7/2026), di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor DPRD Kota Samarinda.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai catatan evaluasi ke depan, Hotmarulitua mengatakan program parkir berlangganan sejatinya telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan kini tinggal menunggu peluncuran resmi.
“Parkir berlangganan itu kan sudah kita laksanakan sebenarnya tahun 2024, 2025, dan sekarang dalam rangka terakhir kemarin arahan dari Pak Wali akan dalam waktu akan dilaunching. Tetapi sebelum dilaunching pun kami sudah sosialisasi ke Pesta Pedas kemarin, secara Car Free Day-Car Free Day kami juga buka stan, tenan, kemudian di gedung pengujian kendaraan bermotor, dan juga di kantor-kantor kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam setiap kegiatan sosialisasi, Dishub juga mengajak masyarakat untuk melakukan pembayaran melalui aplikasi resmi agar seluruh penerimaan masuk ke kas daerah.
“Seperti game-nya mendapatkan fuel card itu kami selalu memohon kepada masyarakat, bantu supaya uang yang disetor masyarakat ke aplikasi Kaltim-Kita itu betul-betul masuk ke kas daerah dan untuk pembangunan daerah,” katanya.
Menurut Hotmarulitua, seluruh infrastruktur pendukung pelaksanaan parkir berlangganan telah disiapkan. Mulai dari website pendaftaran hingga berbagai metode pembayaran.
“Dan untuk kesiapan kami, itu website pendaftaran sudah ada, metode pembayaran juga sudah ada. Metode pembayaran melalui QRIS, ATM, BPD,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, masyarakat nantinya dapat memilih skema pembayaran sesuai kebutuhan. Untuk kendaraan roda dua, biaya parkir berlangganan sebesar Rp400 ribu per tahun dapat dibayarkan secara bulanan, enam bulanan, maupun tahunan.
“Kemudian sistem pendaftaran bisa saja, misalnya Rp400.000 untuk motor per tahun itu bisa dibayar per 1 bulan atau per 6 bulan. Tetapi kelemahannya, ketika bayar 1 bulan dia harus membayar lagi… apa memperbaharui kartunya lagi dan mendaftarkannya kembali. Tetapi kalau 1 tahun kan sudah lebih enak. Dan antara 1 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun itu pasti lebih murah 1 tahun. Masuk juga untuk mobil-mobil,” jelasnya. (Iqbal Al-Fiqri)












