Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda menggelar rapat hearing bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda terkait Rencana Kerja Kegiatan Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027, pada Rabu (8/7/2026), di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor DPRD Kota Samarinda.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti persoalan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota.
Menurut Deni, LPJU merupakan salah satu program penting yang harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat tiga ruas jalan protokol di Kota Samarinda yang kondisinya gelap.
“Nah, kemudian yang tadi selanjutnya adalah kaitan dengan LPJU, tadi kami juga bahas. LPJU ini juga menjadi salah satu program penting kegiatan di Dinas Perhubungan. Kenapa? Karena sampai hari ini kita masih melihat tuh ada tiga ruas jalan utama protokol kita yang itu masih gelap,” ujarnya.
Ia menyebut tiga ruas jalan yang dimaksud, yakni Jalan Pahlawan, Jalan Sutomo, dan Jalan S. Parman. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Samarinda karena menyangkut wajah ibu kota Kalimantan Timur.
“Teman-teman juga mungkin kalau lewat Pahlawan, Sutomo, S. Parman, nah ini kan tiga ruas jalan yang sampai hari ini tuh masih gelap. Nah, kita ingin pemerintah kota kami atensilah dengan adanya kondisi ini. Jangan sampai ini wajah Kota Samarinda tapi masih ada jalan ruas yang protokolnya yang itu gelap,” katanya.
Tak hanya lampu penerangan, Deni juga menyoroti kondisi tiang LPJU di kawasan tersebut yang dinilai sudah tidak layak sehingga perlu dilakukan peremajaan.
“Dan mohon maaf, tiangnya pun sudah tidak layak ya, Pak Kadis? Artinya, sudah saatnya kita lakukan peremajaan di tiga ruas jalan ini tadi,” tegasnya.
Selain membahas LPJU di jalan protokol, Komisi III DPRD Kota Samarinda juga menyinggung kondisi penerangan di Jembatan Mahkota II. Deni mengatakan, berdasarkan pembahasan dalam rapat, pengerjaan perbaikan di kawasan tersebut direncanakan mulai dilakukan pada bulan depan.
“Di luar juga tadi kami menyinggung masalah Jembatan Mahkota II, insyaallah di bulan depan itu sudah mulai dikerjakan. Lampu jalan utamanya mudah-mudahan bisa hidup lagi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Komisi III memberikan perhatian khusus terhadap penerangan di Jembatan Mahkota II mengingat banyaknya kejadian yang tidak diinginkan terjadi di kawasan tersebut.
“Tadi kami sudah sampaikan kepada Pak Kadis, ini salah satu atensi Komisi III terkait dengan Jembatan Mahkota karena banyaknya kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan terjadi di sepanjang jalan Jembatan Mahkota II itu tadi,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)












