SAMARINDA – Pemadaman listrik yang sempat terjadi di berbagai wilayah Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Lembaga legislatif menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum bagi PT PLN untuk mengevaluasi sistem kelistrikan secara menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan mendasar karena hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Mulai dari pelayanan publik, dunia usaha, hingga aktivitas rumah tangga dapat terganggu ketika terjadi pemadaman dalam waktu yang cukup lama.
Menurut Helmi, berdasarkan penjelasan yang diterima DPRD, gangguan listrik dipicu persoalan teknis pada sistem kelistrikan dan saat ini masih dalam proses penanganan. PLN juga menargetkan pemulihan jaringan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga distribusi listrik kembali normal.
“Mereka menyampaikan proses perbaikan sedang berjalan dan optimistis pemulihan bisa selesai dalam satu hingga dua hari. Yang terpenting setelah itu harus ada langkah nyata agar gangguan seperti ini tidak terulang,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Ia menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pemulihan pasokan listrik, tetapi juga jaminan bahwa kualitas layanan akan semakin baik ke depan. Karena itu, PLN didorong memperkuat sistem mitigasi, meningkatkan keandalan jaringan, serta mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.
Helmi juga mengungkapkan DPRD menerima berbagai keluhan dari masyarakat selama pemadaman berlangsung. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha, khususnya UMKM, yang mengalami gangguan operasional hingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
“Listrik sekarang sudah menjadi kebutuhan utama. Ketika padam dalam waktu lama, pelayanan publik terganggu, aktivitas usaha ikut berhenti, bahkan masyarakat juga kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Selain mendorong peningkatan keandalan jaringan, DPRD juga meminta pengembangan infrastruktur kelistrikan dilakukan seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat-pusat ekonomi baru di Kota Samarinda. Menurut Helmi, pemerataan layanan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung investasi dan pembangunan daerah.
Ia turut berharap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan PLN dapat diperluas dan dipublikasikan lebih optimal sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kelistrikan semakin baik dan program CSR PLN juga semakin memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap layanan PLN juga akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Adv)













