Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa anggaran pemeliharaan Jembatan Achmad Amins tetap tersedia. Namun, persoalan matinya lampu penerangan di jembatan tersebut disebabkan hilangnya kabel sehingga penggantiannya harus melalui mekanisme penganggaran dalam APBD.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Pembukaan Mahakam Job Fair Tahun 2026 bertajuk “Mengalir Menuju Samarinda Maju” pada Kamis (23/7/2026) di Mall Samarinda Square, Jalan M. Yamin, Samarinda.
Pernyataan Helmi menjadi tanggapan atas ramainya pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menyinggung persoalan lampu di Jembatan Achmad Amins.
Saat ditanya wartawan mengenai isu tidak adanya biaya perawatan Jembatan Mahkota II atau Jembatan Achmad Amins, Helmi terlebih dahulu memastikan sumber pernyataan tersebut.
“Gubernur… Gubernur yang ngomong?” katanya.
Setelah wartawan mengonfirmasi bahwa pernyataan tersebut disampaikan gubernur dan ramai diperbincangkan di media sosial, Helmi menjelaskan persoalan yang sebenarnya.
“Iya, jadi sebenarnya kan tadi sudah disampaikan Pak Wali, jembatan… sekarang Jembatan Achmad Amins ya, Jembatan Mahkota II itu kan kabelnya hilang. Nah, itu. Nah, tentu kabelnya hilang itu, bilang Pak Wali tadi kan nggak serta-merta harus diganti, harus diajukan dulu lewat pembahasan APBD. Nah, itu,” ujarnya.
Menurut Helmi, hilangnya kabel tidak dapat dikategorikan sebagai pekerjaan pemeliharaan rutin sehingga membutuhkan penganggaran tersendiri.
“Karena itu sifatnya bukan pemeliharaan itu, hilang barangnya. Kalau pemeliharaan, saya kira tetap ada itu. Karena kan kalau pemeliharaan rutin itu tidak besar anggarannya. Nah, jadi karena ini hilang, artinya nanti di dalam pembahasan APBD, nanti dari pihak TAPD Pemerintah Kota Samarinda nanti mungkin mengajukan itu. Nah, kita mungkin karena itu kepentingannya mendesak (urgent) juga pasti akan juga memprioritaskan itu, karena itu untuk kepentingan masyarakat. Gitu,” ucapnya.
Helmi juga membantah anggapan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tidak memiliki anggaran sama sekali untuk pemeliharaan jembatan.
“Bukan, bukan. Artinya ini karena memang kabelnya itu hilang,” jawabnya.
Ketika ditanya apakah penganggaran penggantian kabel dapat dilakukan melalui APBD Perubahan atau harus menunggu APBD murni tahun berikutnya, Helmi berharap pembahasannya bisa dilakukan dalam APBD Perubahan apabila tersedia anggaran.
“Ya, harusnya kalau memang nanti di Perubahan itu memang ada anggaran, ya kita harapkan di Perubahan itu supaya juga masyarakat yang melintas di sana juga ini merasa aman lah, karena dengan apa, adanya lampu tadi kan,” tegasnya.
Ia menegaskan, DPRD Kota Samarinda akan memberikan perhatian terhadap usulan tersebut mengingat penerangan di Jembatan Achmad Amins berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas. (Iqbal Al-Fiqri)













