Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan kebutuhan lapangan kerja di Kota Samarinda terus meningkat setiap tahun seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja dan tingginya arus urbanisasi. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Pembukaan Mahakam Job Fair Tahun 2026 bertajuk “Mengalir Menuju Samarinda Maju” yang digelar di Mall Samarinda Square, Jalan M. Yamin, Samarinda, Kamis (23/7/2026).
Menurut Andi Harun, meningkatnya kebutuhan kesempatan kerja tidak hanya berasal dari pertumbuhan penduduk Kota Samarinda, tetapi juga dipengaruhi oleh masyarakat dari luar daerah yang datang untuk mencari pekerjaan. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda memiliki tantangan yang lebih kompleks dalam mengelola pertumbuhan penduduk dibandingkan daerah lain.
“Kebutuhan akan kesempatan kerja itu setiap tahun di Kota Samarinda terus bertambah. Tidak hanya warga asli penduduk Kota Samarinda, tapi juga ada faktor urban. Kalau yang urban itu datang dengan keterampilan ya bagus, tapi banyak juga yang datang karena memang ingin mencari kerja di kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, tren urbanisasi ke Samarinda semakin meningkat sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja asal Samarinda.
Mahakam Job Fair, lanjutnya, menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan para pencari kerja. Dari lebih dari 700 kebutuhan tenaga kerja yang tersedia, sekitar 1.000 pencari kerja telah mendaftar pada hari pembukaan.
Selain membuka akses terhadap lowongan pekerjaan, Pemkot Samarinda juga akan meningkatkan pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Balai Pendidikan Vokasi dan Produktivitas agar masyarakat memiliki kompetensi yang lebih baik.
“Saya sudah minta pada Ibu Kadis untuk meningkatkan warga kita yang memiliki minat untuk bisa kita didik, apakah itu di BLK atau melalui Balai Pendidikan Vokasi dan Produktivitas supaya mereka memiliki keterampilan khusus,” ucapnya.
Menurutnya, peningkatan keterampilan akan membuat masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada kegiatan job fair karena memiliki peluang untuk membuka usaha secara mandiri. Komitmen tersebut, kata Andi Harun, akan tetap menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran.
Andi Harun menegaskan, upaya membuka akses pekerjaan bagi masyarakat bukan sekadar mengejar target program pemerintah, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Orang yang tadinya tidak punya pekerjaan, kita bisa beri pekerjaan dan akhirnya mereka bisa dapat penghasilan, bisa melangsungkan kehidupan. Ini bukan cuma faktor teknis, tetapi juga memiliki nilai keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













