Sangatta — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tak mau sekadar jadi pelengkap pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Target tinggi langsung dipatok: menembus posisi tiga besar.
Ambisi besar tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi konsolidasi kontingen di Aula Kantor KONI Kutim, yang dihadiri jajaran Pemkab, pengurus KONI, hingga 36 ketua cabang olahraga (cabor).
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang ditunjuk memimpin langsung kontingen, menegaskan bahwa tugas ini adalah pertaruhan gengsi olahraga daerah. Berdasarkan peta kekuatan Porprov 2022, jurang pemisah antara peringkat ketiga dan keempat terbilang curam, yakni mencapai selisih 50 medali emas.
“Ini bukan pekerjaan gampang. Selisih 50 emas itu sangat lebar, jadi butuh strategi yang benar-benar serius. Taktik kita adalah menyerang, karena medali emas yang menentukan posisi klasemen,” kata Mahyunadi di Sangatta.
Untuk menutup celah tersebut, Kutim bakal memfokuskan gempuran pada cabor yang menjadi ‘lumbung medali’ seperti hapkido dan aeromodeling yang menyediakan puluhan nomor pertandingan, tanpa mengesampingkan cabor populer seperti sepak bola.
Di luar taktik pertandingan, kesiapan logistik dan kenyamanan atlet digaransi menjadi prioritas. Mahyunadi mengingatkan agar persoalan teknis seperti akomodasi dan konsumsi tidak sampai merusak mental bertanding para atlet.
Dari sisi birokrasi, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menyampaikan Sekretariat KONI Kutim kini difungsikan sebagai Sekretariat Kontingen untuk memangkas jalur komunikasi satu pintu. Saat ini, 24 cabor telah menyetorkan inventarisasi kebutuhan spesifik, sementara sisanya didorong untuk segera merampungkan data.
Sementara itu, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono menekankan pentingnya memanfaatkan sisa waktu 5–6 bulan ke depan untuk pemusatan latihan (training center). Segala potensi hambatan teknis di lapangan wajib disapu bersih sebelum rombongan berangkat.
“Sisa waktu ini harus dimaksimalkan. Target yang semula perak atau perunggu, harus kita tingkatkan menjadi medali emas,” tegas Rudi.
Manajemen kontingen mematok November sebagai tenggat krusial. Pada momen tersebut, seluruh atlet dan ofisial dipastikan siap tempur secara fisik dan mental demi merebut posisi papan atas Kaltim.(adv)













