SAMARINDA – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan dampak luas bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Fuad Fakhruddin.
Dalam imbauannya, Fuad menegaskan karhutla merupakan ancaman serius bagi Kaltim. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, perekonomian, pendidikan, transportasi, hingga masa depan generasi mendatang.
“Karhutla merupakan ancaman serius bagi Kalimantan Timur. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, perekonomian, pendidikan, transportasi, dan masa depan generasi kita,” ucap politisi Gerindra tersebut.
Sejumlah dampak karhutla yang perlu diwaspadai antara lain meningkatnya gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit pernapasan lainnya.
Selain itu, kebakaran hutan dan lahan berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk hilangnya hutan, rusaknya habitat satwa, serta menurunnya kualitas udara.
Dari sisi ekonomi, aktivitas masyarakat dapat terganggu, hasil pertanian menurun, dan biaya pemulihan meningkat.
Karhutla juga dapat mengganggu transportasi karena jarak pandang menurun, meningkatkan risiko kecelakaan, serta berpotensi menghambat penerbangan.
Fuad mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah karhutla sejak dini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran serta turut menjaga hutan, lingkungan, dan kehidupan di sekitarnya.
“Bersama kita bisa cegah karhutla untuk Kaltim yang sehat, hijau, dan sejahtera,” demikian pesan Fuad.












