Bontang – Seiring meningkatnya tuntutan terhadap industri rendah emisi, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat langkah transformasi menuju proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif dekarbonisasi, salah satunya pengembangan clean ammoniayang menjadi bagian dari roadmap keberlanjutan perusahaan. Melalui kajian pengembangan green ammonia dan blue ammonia, Pupuk Kaltim berupaya menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus menjaga daya saing industri pupuk nasional.
Green ammonia menjadi salah satu inovasi energi bersih yang diyakini memiliki peran penting dalam industri masa depan. Ammonia jenis ini diproduksi menggunakan green hydrogen, yaitu hidrogen yang dihasilkan melalui proses elektrolisis air dengan memanfaatkan listrik dari sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, maupun panas bumi.
Dengan penggunaan energi bersih dalam proses produksinya, green ammonia mampu menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan ammonia konvensional. Hal inilah yang menjadikannya salah satu alternatif strategis dalam mendukung transisi menuju industri rendah karbon.
Sementara itu, blue ammonia diproduksi menggunakan hidrogen yang berasal dari sumber energi fosil, seperti gas alam. Namun, proses produksinya dilengkapi dengan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang berfungsi menangkap dan menyimpan karbon sebelum dilepaskan ke atmosfer. Dengan teknologi tersebut, jejak karbon yang dihasilkan dapat ditekan sehingga lebih rendah dibandingkan proses produksi ammonia konvensional.
Perbedaan utama antara green ammonia dan blue ammonia terletak pada sumber energi yang digunakan serta metode pengelolaan emisinya. Meski memiliki pendekatan berbeda, keduanya menjadi bagian dari inovasi industri dalam mendukung efisiensi energi dan percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Selain pengembangan clean ammonia, Pupuk Kaltim juga menjalankan berbagai program dekarbonisasi lainnya, di antaranya:
- Revamping Pabrik Ammonia-2 untuk meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.
- Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari pemanfaatan energi terbarukan.
- Penerapan kendaraan listrik dan EV charging station untuk mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pupuk Kaltim terus memperkuat perannya dalam menciptakan industri pupuk yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Transformasi menuju clean ammonia menjadi salah satu bukti komitmen perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon serta menghadirkan masa depan industri yang lebih hijau.













