Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Dinamika BEM KM Unmul, dari Krisis Legitimasi hingga Wacana Presidium

Zahara by Zahara
3 Agustus, 2026
in Berita Utama
0
Dinamika BEM KM Unmul, dari Krisis Legitimasi hingga Wacana Presidium

Foto : Handi Asmaradinata Alumni FISIP Universitas Mulawarman angkatan 1997 sekaligus Ketua Harian IKA FISIP Unmul.

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA — Alumni FISIP Universitas Mulawarman angkatan 1997 sekaligus Ketua Harian IKA FISIP Unmul, Handi Asmaradinata, menilai munculnya kritik terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman tidak terlepas dari krisis legitimasi, kebuntuan komunikasi, serta ketidakpuasan mahasiswa terhadap efektivitas advokasi.

Handi mengatakan, dinamika politik dan kelembagaan mahasiswa di Universitas Mulawarman merupakan gambaran kecil dari kehidupan politik sebuah negara. Ketika lembaga mahasiswa tidak mampu menjaga kepercayaan publik, wacana pembentukan Presidium Mahasiswa dapat muncul sebagai alternatif kepemimpinan.

Menurut Ketua Harian IKA FISIP Unmul tersebut, kritik terhadap BEM KM Unmul umumnya berpusat pada tiga persoalan mendasar, yakni krisis representasi dan elitisme, dominasi kelompok tertentu dalam politik kampus, serta lambannya advokasi terhadap isu-isu penting mahasiswa.

Ia menilai BEM tingkat universitas kerap dianggap terlalu jauh dari mahasiswa di tingkat fakultas dan program studi. Kebijakan, narasi pergerakan, serta program kerja terkadang hanya dirumuskan oleh lingkaran internal kabinet tanpa menyerap aspirasi BEM fakultas secara menyeluruh.

Kondisi tersebut, kata Handi, dapat menimbulkan kesan bahwa BEM KM tidak benar-benar mewakili seluruh keluarga mahasiswa.

Selain persoalan representasi, Pemilihan Raya Mahasiswa juga dinilai berpotensi melahirkan dominasi kelompok atau organisasi ekstra-kampus tertentu. Kritik akan semakin kuat apabila BEM KM dianggap lebih mengutamakan kepentingan kelompok pendukung dibandingkan mengadvokasi kepentingan mahasiswa secara independen.

Handi juga menyoroti respons BEM KM terhadap persoalan mendasar mahasiswa, seperti kenaikan Uang Kuliah Tunggal, Iuran Pengembangan Institusi, fasilitas kampus, serta kekerasan seksual.

Menurutnya, kepercayaan mahasiswa dapat menurun apabila BEM KM terjebak dalam birokrasi internal, terlalu kompromistis terhadap pihak rektorat, atau lebih banyak menjalankan kegiatan seremonial daripada memperjuangkan persoalan mahasiswa.

Ketika legitimasi BEM KM melemah atau terjadi kekosongan kepemimpinan akibat gagalnya Pemira maupun munculnya mosi tidak percaya, pembentukan Presidium Mahasiswa sering dipandang sebagai jalan keluar.

Model presidium menempatkan kepemimpinan secara kolektif kolegial. Kekuasaan tidak berada pada satu presiden mahasiswa, melainkan dijalankan bersama oleh para perwakilan, yang umumnya berasal dari ketua BEM fakultas.

Handi menilai sistem tersebut memiliki kelebihan dalam menciptakan desentralisasi dan kesetaraan antarfakultas. Setiap fakultas mempunyai posisi tawar dan suara yang setara dalam merumuskan kebijakan mahasiswa.

Presidium juga dianggap dapat memperkuat representasi karena keputusan diambil oleh perwakilan yang memiliki hubungan langsung dengan mahasiswa di fakultas masing-masing.

Selain itu, model tersebut dinilai dapat digunakan sebagai pemerintahan transisional untuk menstabilkan kondisi keluarga mahasiswa, menyiapkan konstitusi baru, serta merancang Pemira yang lebih adil tanpa konflik kepentingan dari pengurus sebelumnya.

Namun, Handi mengingatkan bahwa sistem presidium juga memiliki sejumlah kelemahan. Pengambilan keputusan berpotensi berjalan lambat karena setiap kebijakan membutuhkan kesepakatan bersama.

Perbedaan agenda dan ideologi di antara BEM fakultas juga dapat menimbulkan kebuntuan ketika presidium harus merespons suatu persoalan dalam waktu singkat.

Ketiadaan satu figur pemimpin, lanjutnya, juga dapat melemahkan posisi tawar mahasiswa ketika berhadapan dengan rektorat, birokrasi kampus, pemerintah daerah, maupun pihak eksternal lainnya.

Presidium bahkan berpotensi menjadi arena konflik horizontal apabila tidak dibarengi dengan kedewasaan politik. Fakultas dengan jumlah mahasiswa lebih besar dapat merasa mempunyai hak untuk mendominasi fakultas yang lebih kecil.

“Pembentukan Presidium Mahasiswa di UNMUL bukanlah obat mujarab atau panasea untuk semua penyakit birokrasi kemahasiswaan,” kata Handi.

Menurutnya, presidium dapat menjadi respons yang baik untuk mengatasi krisis demokrasi dalam jangka pendek. Namun, model tersebut belum tentu efektif apabila digunakan sebagai sistem pergerakan mahasiswa dalam jangka panjang.

“Ia adalah respons reaktif yang sangat baik untuk mengobati krisis demokrasi jangka pendek, namun kurang ideal untuk pergerakan taktis jangka panjang,” ujarnya.

Handi menegaskan, pembentukan presidium harus disertai kontrak politik yang jelas, pembatasan masa kerja apabila bersifat transisional, serta standar operasional prosedur dalam pengambilan keputusan darurat.

Langkah tersebut diperlukan agar presidium tidak hanya memindahkan persoalan dari dominasi elite BEM KM menjadi dominasi atau oligarki antarfakultas.

“Agar presidium tidak sekadar memindahkan masalah dari monopoli elite BEM ke oligarki antarfakultas, diperlukan kontrak politik yang jelas, batasan masa kerja, dan SOP pengambilan keputusan darurat yang disepakati bersama,” pungkasnya.

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 612
Previous Post

Ketua DPRD Kukar Hadiri Silaturahmi dan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-72 kepada Hj. Ratu Praboe Ningrat

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Dinamika BEM KM Unmul, dari Krisis Legitimasi hingga Wacana Presidium

Dinamika BEM KM Unmul, dari Krisis Legitimasi hingga Wacana Presidium

3 Agustus, 2026
Ketua DPRD Kukar Hadiri Silaturahmi dan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-72 kepada Hj. Ratu Praboe Ningrat

Ketua DPRD Kukar Hadiri Silaturahmi dan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-72 kepada Hj. Ratu Praboe Ningrat

2 Agustus, 2026
Andi Faizal Sofyan Hasdam Raih Penghargaan Tokoh Peduli Lingkungan Hidup di Tribun Kaltim Award 2026

Andi Faizal Sofyan Hasdam Raih Penghargaan Tokoh Peduli Lingkungan Hidup di Tribun Kaltim Award 2026

1 Agustus, 2026
Novan Nilai Literasi Digital Orang Tua Penting Cegah Dampak Negatif Gadget

Novan Nilai Literasi Digital Orang Tua Penting Cegah Dampak Negatif Gadget

1 Agustus, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Dinamika BEM KM Unmul, dari Krisis Legitimasi hingga Wacana Presidium

Ketua DPRD Kukar Hadiri Silaturahmi dan Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-72 kepada Hj. Ratu Praboe Ningrat

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.