SAMARINDA – Meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak dan remaja menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie. Ia menilai perlindungan terhadap anak di era digital tidak cukup dilakukan melalui pembatasan teknologi, melainkan harus dimulai dari keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi setiap aktivitas anak di dunia maya.
Menurut Novan, gadget kini telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, baik sebagai sarana belajar, berkomunikasi, maupun mencari informasi. Karena itu, larangan menggunakan perangkat digital bukan lagi pilihan yang realistis untuk diterapkan.
“Yang perlu diperkuat adalah peran orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak tentang bagaimana menggunakan gadget secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026)
Ia menjelaskan, pengawasan tidak cukup dilakukan dengan mengatur lama penggunaan perangkat elektronik. Orang tua juga perlu memahami platform digital yang digunakan anak, mengenali jenis konten yang mereka konsumsi, hingga membangun komunikasi yang terbuka agar potensi penyalahgunaan teknologi dapat dicegah sejak dini.
Novan menegaskan perhatian tersebut berlaku bagi seluruh kelompok usia. Menurutnya, remaja yang telah memasuki bangku sekolah menengah atas tetap memerlukan pendampingan karena risiko paparan konten negatif maupun penyimpangan perilaku di ruang digital dapat terjadi pada siapa saja.
“Orang tua harus mengetahui aktivitas digital anaknya. Pendampingan itu tetap penting meskipun anak sudah beranjak remaja, sehingga mereka tidak terpapar hal-hal yang merugikan,” katanya.
Ia juga berpandangan bahwa pengawasan keluarga memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh regulasi. Meskipun pemerintah terus memperkuat penyaringan terhadap situs maupun konten bermuatan negatif, kontrol tersebut memiliki keterbatasan ketika anak beraktivitas di luar rumah atau menggunakan berbagai platform digital yang terus berkembang.
Karena itu, Novan mendorong peningkatan literasi digital bagi para orang tua agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjadi pendamping yang tepat bagi anak. Dengan komunikasi yang baik dan pengawasan yang konsisten, ia optimistis gadget dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dan pengembangan kreativitas, bukan menjadi sumber persoalan bagi tumbuh kembang anak.
“Keluarga tetap menjadi benteng utama. Ketika orang tua hadir dan memahami aktivitas digital anak, potensi dampak negatif teknologi akan jauh lebih mudah dicegah,” tegasnya. (Adv)













