SAMARINDA – Besarnya aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan daerah. Karena itu, Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga lebih agresif mengembangkan layanan kapal pendamping (assist tug) agar mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan jasa kapal pendamping selama ini menjadi sektor usaha yang paling stabil dibandingkan unit bisnis lain milik perusahaan daerah. Melihat prospek tersebut, ia menilai pengembangan usaha sebaiknya diprioritaskan pada sektor yang sudah terbukti menghasilkan keuntungan.
“Potensi usaha kapal assist masih sangat terbuka. Ini yang harus menjadi fokus pengembangan karena mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026)
Ia menjelaskan lalu lintas kapal di Sungai Mahakam terus mengalami peningkatan, terutama untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang bagi Perumda Varia Niaga untuk memperluas cakupan layanan serta meningkatkan daya saing di sektor jasa maritim.
Berdasarkan hasil evaluasi DPRD, pendapatan perusahaan hingga kini masih bertumpu pada bisnis kapal pendamping. Sementara sejumlah unit usaha lain, seperti pengelolaan parkir maupun usaha properti, belum menunjukkan performa yang sebanding sehingga perlu dievaluasi kembali efektivitas pengembangannya.
Menurut Iswandi, langkah paling rasional saat ini adalah memperkuat sektor yang telah memberikan hasil nyata sembari menyusun strategi ekspansi ke wilayah lain yang memiliki aktivitas pelayaran tinggi.
“Kalau ada sektor yang sudah terbukti produktif, tentu itu yang harus diperbesar. Jangan sampai peluang yang ada justru tidak dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Ia juga menilai Perumda Varia Niaga memiliki modal penting berupa sumber daya manusia yang memahami dunia kepelabuhanan.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, harus dioptimalkan untuk menciptakan inovasi layanan, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
Selain itu, DPRD meminta perusahaan mulai menerapkan strategi bisnis yang lebih modern melalui pemanfaatan teknologi digital agar operasional menjadi lebih efisien dan pelayanan semakin kompetitif.
Di sisi lain, Iswandi menilai keberhasilan pengembangan usaha tidak bisa dilepaskan dari dukungan pemerintah daerah. Sinkronisasi kebijakan, kemudahan perizinan, hingga kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah diperlukan agar potensi ekonomi Sungai Mahakam dapat dikelola secara lebih optimal.
Ia menegaskan, setiap langkah ekspansi harus tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel sehingga Perumda Varia Niaga mampu berkembang sebagai badan usaha milik daerah yang sehat sekaligus menjadi salah satu penopang peningkatan PAD Kota Samarinda.
“Potensi Mahakam sangat besar. Tinggal bagaimana perusahaan mampu mengelolanya secara profesional agar manfaat ekonominya benar-benar kembali kepada daerah,” pungkasnya. (Adv)













