SAMARINDA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam enam hari ke depan, yakni pada 20–25 Agustus 2026.
Peringatan tersebut disampaikan melalui informasi potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan yang dipublikasikan BMKG Kaltim. Dalam informasi itu disebutkan sebanyak 1.161 titik hotspot tercatat pada Kamis (20/8/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan berada pada kategori merah dalam peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC).
FFMC merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Parameter ini mencakup material seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, serta bahan ringan lainnya yang menutupi lantai hutan.
Berdasarkan klasifikasi BMKG, kategori merah menunjukkan nilai FFMC di atas 82, yang berarti alang-alang dan dedaunan berada dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar.
Peta prakiraan BMKG menunjukkan kondisi tersebut berpotensi berlangsung hingga 25 Agustus 2026, meski terdapat variasi tingkat kerawanan di sejumlah wilayah pada masing-masing hari.
BMKG Kaltim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan hutan dan lahan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dengan tingginya potensi kemudahan terjadinya karhutla serta banyaknya hotspot yang terdeteksi, kewaspadaan dan pencegahan dini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran selama periode cuaca kering.













