Ahmad Yani Dorong Mahasiswa Unikarta Tetap Berakar pada Budaya di Tengah Arus Globalisasi
KUTAI KARTANEGARA — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mengajak mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) untuk terus mengembangkan wawasan dan kemampuan di tengah pesatnya kemajuan teknologi, tanpa melupakan budaya serta kearifan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Yani saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta, Selasa (25/8/2026).
PKKMB tahun ini mengangkat tema “Mengakar pada Budaya, Meneguhkan Identitas dan Kearifan Lokal di Era Globalisasi.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya mahasiswa, yang berada di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani menekankan bahwa kemajuan zaman seharusnya tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global sekaligus memahami dan menjaga nilai-nilai budaya yang tumbuh di daerah.
“Globalisasi jangan sampai membuat kita kehilangan identitas. Kita boleh modern, menguasai teknologi dan memiliki wawasan global, tetapi budaya dan kearifan lokal harus tetap menjadi pijakan,” ujar Ahmad Yani.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang nantinya turut menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, selain memiliki kompetensi akademik, mahasiswa juga perlu memiliki karakter, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap lingkungan dan budaya daerahnya.
Ahmad Yani juga mendorong mahasiswa Unikarta agar tidak hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif untuk menciptakan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kekayaan budaya dan kearifan lokal Kukar dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkannya ke tingkat yang lebih luas.
“Kita ingin mahasiswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap daerah. Kemajuan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga budaya dan nilai-nilai lokal,” katanya.
Kehadiran Ahmad Yani dalam kegiatan tersebut didampingi Rektor dan Wakil Rektor II Unikarta. PKKMB Unikarta berlangsung selama tiga hari dan diikuti mahasiswa baru sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan kehidupan akademik, lingkungan kampus, serta berbagai nilai dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan perguruan tinggi.
Ahmad Yani berharap PKKMB tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, memiliki semangat kebangsaan, serta tetap menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka.
Ia pun mengajak mahasiswa baru Unikarta untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebaik mungkin dengan meningkatkan kapasitas diri, membangun jejaring, aktif dalam kegiatan positif, serta berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Kukar.
“Jadilah generasi yang mampu bersaing di tingkat global, tetapi tetap tahu dari mana kita berasal. Kemajuan dan budaya bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, keduanya bisa berjalan bersama,” pungkasnya.












