SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 345 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada 3 September 2026 pukul 01.00 hingga 16.00 WITA. Dari total hotspot yang terdeteksi, sebanyak 328 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 9 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan 8 titik pada tingkat kepercayaan rendah.
Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 109 titik. Rinciannya, satu titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 102 titik menengah, dan enam titik tinggi.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Berau dengan 96 titik panas. Sebanyak tiga titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 91 titik menengah, dan dua titik tinggi.
Selanjutnya, Kutai Timur tercatat memiliki 48 titik panas, terdiri atas empat titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 43 titik menengah, dan satu titik tinggi.
Sementara Kutai Kartanegara terdeteksi 43 titik panas, seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan menengah. Kutai Barat menyusul dengan 40 titik panas, juga seluruhnya berkategori kepercayaan menengah.
Adapun wilayah lainnya, Mahakam Ulu tercatat empat titik panas, Penajam Paser Utara tiga titik, dan Kota Samarinda dua titik.
Sedangkan Kota Balikpapan, Kota Bontang hingga data pemantauan tersebut tidak menunjukkan adanya titik panas.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.
Keberadaan titik panas tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kebakaran, namun dapat menjadi indikator awal yang perlu diverifikasi di lapangan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu meluasnya karhutla.












