KUKAR – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Junadi, menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqa yang dirangkaikan dengan pembacaan doa dan Haul Jamak para raja dan sultan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tersebut dihadiri Junadi mewakili Ketua DPRD Kukar.
Turut hadir Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Drs. H. Muhammad Arifin, bersama permaisuri dan keluarga besar Kesultanan.
Sejumlah pejabat daerah juga hadir, di antaranya Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, Sekretaris Daerah Kukar Dr. Sunggono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Sholat Istisqa dipimpin Imam Ustadz Ahmad, sedangkan khotbah disampaikan Dai Tomo. Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun di Kabupaten Kukar dan wilayah sekitarnya.
Doa tersebut diharapkan membawa keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Dalam khotbahnya, Dai Tomo mengajak umat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun atas segala kesalahan.
Kondisi kemarau berkepanjangan juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Usai pelaksanaan Sholat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan Haul Jamak untuk mendoakan para raja dan sultan yang berada dalam lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 27 September 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Menurutnya, adat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus dijaga dan dilestarikan secara bersama-sama agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
Bupati juga berharap rangkaian doa dan Haul Jamak tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan keberkahan Allah SWT. Selain itu, ia berharap seluruh rangkaian Erau Adat Pelas Benua 2026 dapat berjalan aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kukar.
Senada dengan Bupati, Wakil Ketua DPRD II Kukar Junadi akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya daerah.
Politisi Gerindra tersebut menyebut perlu sinergi yang kuat antara legislatif, pemerintah daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Kukar.
Junadi mengatakan, pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua merupakan momentum penting untuk menjaga dan memperkuat keberadaan adat serta budaya Kutai Kartanegara. Menurutnya, Erau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi masyarakat Kukar.
“Erau ini merupakan warisan adat dan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab Kesultanan atau pemerintah daerah, tetapi seluruh masyarakat Kukar memiliki peran untuk ikut melestarikan dan mengenalkan budaya Kutai kepada generasi muda,” ujar Junadi.
Ia berharap pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.













