Samarinda – Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) meminta proses perbaikan fender Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dipercepat. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah instansi terkait di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (15/9/2026).
RDP tersebut membahas perkembangan pembangunan fender pada Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu yang sebelumnya mengalami kerusakan setelah tertabrak ponton.
Dalam rapat itu, Komisi II DPRD Kaltim menghadirkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Dinas PUPR-PERA Kaltim, KSOP Kelas I Samarinda, serta PT Pelindo (Persero) Regional 4 Samarinda.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa kondisi dan keamanan jembatan harus menjadi perhatian serius mengingat tingginya aktivitas kendaraan yang melintas setiap hari.
Menurutnya, jembatan tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di jembatan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami minta proses perbaikan Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu dapat dipercepat,” tegas Sabaruddin.
Ia mengatakan, percepatan perbaikan diperlukan agar fungsi kedua jembatan sebagai jalur vital mobilitas masyarakat tetap berjalan secara aman dan layak.
Komisi II, lanjut Sabaruddin, akan terus mengawal proses perbaikan bersama instansi terkait. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kerusakan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
“Jembatan ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan proses perbaikannya benar-benar berjalan dan aspek keselamatan menjadi perhatian,” ujarnya.
Selain rapat, Komisi II DPRD Kaltim juga berencana melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kesesuaian antara data dan informasi yang disampaikan dalam rapat dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi riilnya. Kami ingin memastikan apa yang disampaikan dalam rapat sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkas Sabaruddin.
Rapat tersebut turut dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Abdul Giaz, dan Muhammad Husni Fahruddin.












