TENGGARONG — Prosesi merebahkan Tiang Ayu menjadi penanda berakhirnya rangkaian Erau Adat Kutai 2026 sekaligus momentum peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Junadi, turut menghadiri prosesi yang berlangsung khidmat tersebut. Ia hadir bersama Plt. Sekretaris DPRD Kukar Lukman, serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kukar, Nurhayati Touristiany.
Prosesi dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Sultan Drs. Adji Muhammad Arifin, M.Si., Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Tiang Ayu yang sebelumnya berdiri selama tujuh hari kemudian direbahkan sebagai simbol berakhirnya rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan ziarah ke makam Aji Imbut, pendiri Kota Tenggarong, serta makam para raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat sejarah berdirinya Kota Tenggarong pada 28 September 1782. Perpindahan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan hingga kemudian dikenal dengan nama Tangga Arung menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kota.
Dalam kesempatan itu, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan seluruh pihak yang terus berupaya membangun Tenggarong dengan tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya Kesultanan.

Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Event budaya tersebut disebut masuk dalam 100 event terbaik nasional, dengan jumlah kunjungan selama pelaksanaan Erau diperkirakan mencapai sekitar 700.000 orang.
Bagi Junadi, kehadirannya dalam prosesi merebahkan Tiang Ayu merupakan bagian dari komitmen DPRD Kukar untuk turut menjaga serta menghargai adat, budaya, dan sejarah daerah.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya sekaligus bergotong royong dalam membangun Kota Tenggarong.
“Ayo, keroan dengsanak berataan, etam gotong royong sama-sama membangun Kota Tenggarong ini.”













