Samarinda — Temuan kasus HIV di Kota Samarinda sepanjang 2026 disebut telah mendekati 400 kasus. Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 kasus di antaranya merupakan kasus yang terdeteksi dan pasiennya tetap melanjutkan pengobatan.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, usai melaksanakan Reses DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan III Tahun 2026 di Bungas Cafe and Resto, Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (8/10/2026).
Novan menjelaskan, penemuan kasus HIV dilakukan melalui pemeriksaan atau screening oleh Dinas Kesehatan, salah satunya terhadap ibu hamil saat menjalani pemeriksaan di puskesmas.
“Kalau bicara temuan sendiri, sebenarnya sudah hampir 400 di tahun ini. Tapi kalau yang benar-benar terdeteksi dan tetap melanjutkan itu hanya sekitar 200 lebih,” kata Novan.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada jumlah kasus yang ditemukan, tetapi juga pada upaya mencegah penyebaran HIV dan memastikan pasien tetap menjalani pengobatan.
“Yang kita jaga ini adalah penyebarannya,” ujarnya.
Novan mengatakan, pasien HIV perlu terus diarahkan untuk menjalani pengobatan secara rutin di rumah sakit. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data pasien.
“Ini yang kita terus arahkan agar mereka terus continue berobat ke rumah sakit. Karena kerahasiaan datanya juga dijaga,” katanya.
Ia menambahkan, pasien yang rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran medis dapat menekan risiko penularan HIV. Pengobatan tersebut perlu dijalani secara berkelanjutan.
Selain penanganan kasus, Novan menyebut pembahasan regulasi terkait HIV juga tengah berjalan. Menurutnya, DPRD Kota Samarinda melalui panitia khusus (pansus) telah menyelesaikan pembahasannya dan memasuki tahap rancangan peraturan daerah.
“DPRD Kota melalui Pansus-nya sudah menyelesaikan Pansus-nya dan masuk dalam tahap rancangan Peraturan Daerah-nya,” ujar Novan.
Ia mengatakan, persoalan HIV juga menjadi perhatian di tingkat provinsi karena penyebarannya tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga di sejumlah kota besar lainnya di Kalimantan Timur. (Iqbal Al-Fiqri)













