SAMARINDA — Kerja pendampingan bisa dimulai dari rumah sebelah. Dari tetangga yang kesulitan makan, anak yang mengalami stunting, atau warga yang membutuhkan pengobatan tetapi kepesertaan BPJS-nya tidak aktif. Persoalan sehari-hari itulah yang diminta untuk dikenali oleh 121 kader perempuan PDI Perjuangan Kalimantan Timur.
Selama dua hari, 31 Oktober–1 November 2026, mereka mengikuti Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR) di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Peserta berasal dari jajaran DPC, PAC, dan ranting di kabupaten serta kota se-Kaltim. Sebagian selama ini bertugas sebagai saksi di tempat pemungutan suara.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan untuk mendengar keluhan warga sekaligus memahami jalur penyelesaiannya. Materi yang diberikan mencakup penyerapan aspirasi, penyusunan usulan agar kebutuhan warga dapat diperjuangkan dalam APBD, serta konsep dan peran relawan kesehatan. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pembekalan ideologi dan organisasi partai, penguatan potensi diri, serta pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga, menempatkan kepekaan terhadap lingkungan sebagai titik awal. Menurut dia, kader perlu mengenali persoalan warga terdekat sebelum melangkah lebih jauh dalam pendampingan.
“Kita ingin juga teman-teman dilatih ini dapat menggerakkan teman-teman di akar rumput. Mereka menjadi jembatan. Kalau kita tidak bisa melakukan advokasi, minimal memediasi atau mendata,” kata Bintang.
Catatan mengenai persoalan warga, menurut Bintang, dapat diteruskan dari tingkat anak ranting kepada DPC untuk ditindaklanjuti. DPP juga dapat memberikan pendampingan apabila persoalan belum terselesaikan. Meski penggeraknya merupakan kader partai, masyarakat yang menerima bantuan tidak dibatasi berdasarkan keanggotaan politik.
Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, berharap melalui pelatihan PPAR tersebut kader perempuan PDI Perjuangan Kaltim berani mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Para kader perempuan PDI Perjuangan ini jangan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi motor penggerak di Kaltim untuk pembangunan di masa yang datang,” tegasnya.
Pada hari terakhir, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning mengaitkan peran tersebut dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader turun ke masyarakat dan membantu menghadapi persoalan sehari-hari.
“Ini juga merupakan bentuk kerja rakyat, karena Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri selalu mendorong kader untuk turun ke bawah bersama rakyat,” tuturnya.
Pelatihan berakhir pada Minggu (1/11/2026). Bekal dari ruang pertemuan itu diharapkan berlanjut menjadi pendampingan di lingkungan masing-masing—dimulai dengan mengetahui siapa yang membutuhkan bantuan, bahkan jika orang itu tinggal di rumah sebelah. (Mujahid)












