SAMARINDA — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mendorong perempuan penggerak akar rumput menjadi motor pembangunan daerah. Pesan itu disampaikannya dalam Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput yang diikuti 121 kader di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Sabtu (31/10/2026).
Ananda berharap pelatihan tersebut memperkuat keberanian kader perempuan untuk bersuara, mendampingi masyarakat, dan memperjuangkan kebutuhan warga. Peran itu, menurut dia, dapat dimulai dari keluarga serta lingkungan sekitar tempat tinggal.
“Para kader perempuan PDI Perjuangan ini jangan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi motor penggerak di Kaltim untuk pembangunan di masa yang datang,” kata Ananda.
Sebanyak 121 peserta dalam kegiatan tersebut merupakan perwakilan PDI Perjuangan kabupaten dan kota se-Kaltim. Mereka bertugas di jajaran DPC, PAC, dan ranting, termasuk kader perempuan yang biasa menjadi saksi tempat pemungutan suara saat pemilu.
Ananda menginginkan pembekalan ini mendorong peserta semakin aktif mengambil peran di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi warga, termasuk yang berada paling dekat dengan kehidupan sehari-hari kader.
“Harapan saya terhadap mereka, khususnya terhadap peserta, untuk mereka bisa lebih berani bersuara dan bergerak, lebih berani untuk mengadvokasi dan berpihak, minimal pada keluarganya yang ada di lingkungan rumah mereka dulu,” ujarnya.
Untuk mendukung peran tersebut, peserta mendapat materi mengenai ideologi dan organisasi partai, penguatan potensi diri, pembekalan dari DP3A, serta penyerapan aspirasi masyarakat.
Menurut Ananda, keterlibatan dalam pembangunan juga membutuhkan pemahaman tentang cara memperjuangkan usulan warga. Karena itu, peserta perlu mengetahui proses setelah aspirasi dihimpun, mulai dari waktu pengajuan, penyusunan proposal, hingga tahapan penganggaran daerah.
“Nanti mereka juga hadir ke lingkungan menyerap aspirasi. Mereka harus tahu seperti apa, kapan harus memasukkan aspirasi, kapan harus membuat proposal, sampai masuk pada batang tubuh APBD,” jelasnya.
Pelatihan juga mencakup peningkatan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Sementara itu, kegiatan outbound disiapkan untuk memperkuat soliditas serta melatih peserta bekerja sama dalam memecahkan masalah.
Pembekalan tersebut diharapkan membantu kader menjalankan perannya di lingkungan masing-masing, termasuk saat mendampingi warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Ananda mengatakan, pada Minggu (1/11/2026), Ribka Tjiptaning dari DPP PDI Perjuangan dijadwalkan menyampaikan materi tentang konsep relawan kesehatan. PDI Perjuangan, kata dia, merencanakan keberadaan relawan kesehatan di setiap kelurahan.
Kader perempuan yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat membantu masyarakat ketika menghadapi kendala, seperti kepesertaan BPJS yang tidak aktif atau kesulitan memperoleh ambulans untuk menuju rumah sakit.
“Ibu-ibu yang sedang dilatih hari ini nanti mengadvokasi masyarakat sekitarnya apabila ada yang butuh bantuan, misalnya BPJS-nya nonaktif atau butuh bantuan ke rumah sakit, tidak ada ambulans,” tuturnya.
Ananda juga menyampaikan rencana program penyiapan ambulans di setiap kelurahan di Samarinda. Konsep relawan kesehatan beserta perannya dalam membantu warga akan dijelaskan lebih lanjut pada pembekalan tersebut.
Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga. Program ini dirancang berjenjang dari tingkat pusat, DPD, hingga DPC dan akar rumput agar pembekalan dapat diteruskan kepada kader di lingkungan masing-masing. (Mujahid)












