SAMARINDA – Hasil imbang 2-2 dalam laga uji coba melawan tim Porprov Balikpapan menjadi bahan evaluasi bagi skuad sepak bola Samarinda sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026.
Pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Kota PSSI Samarinda, Joha Fajal, menilai timnya menunjukkan potensi positif selama pertandingan. Kendati gagal meraih kemenangan, para pemain Samarinda disebut mampu menciptakan peluang lebih banyak dibandingkan lawan.
“Alhamdulillah, uji coba dengan tim Porprov Balikpapan berbagi angka dengan skor 2-2. Namun, peluang jauh lebih banyak diciptakan oleh tim Samarinda,” kata Joha kepada awak media, Jumat (30/10/2026).
Menurut anggota DPRD Kota Samarinda tersebut, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran dalam pertandingan uji coba. Tim pelatih juga perlu melihat cara bermain, kemampuan membangun serangan, penyelesaian peluang, dan koordinasi antarpemain.
Joha mengaku cukup puas dengan perkembangan yang diperlihatkan tim. Meski demikian, sejumlah kekurangan tetap harus segera dibenahi sebelum memasuki pertandingan yang sesungguhnya.
“Kami merasa puas dengan hasil tersebut dan berharap kekurangan yang masih ada segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Laga melawan Balikpapan menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengukur kesiapan pemain ketika menghadapi lawan yang juga dipersiapkan menuju Porprov. Pertandingan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek teknis maupun mental yang masih membutuhkan penguatan.
Banyaknya peluang yang dihasilkan dinilai menunjukkan bahwa pola serangan mulai berjalan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki agar kesempatan mencetak gol tidak terbuang dalam pertandingan resmi.
Selain mengasah kemampuan individu, uji coba juga dibutuhkan untuk membangun pemahaman antarpemain. Kekompakan, komunikasi, dan disiplin menjalankan strategi menjadi bagian penting dalam upaya Samarinda bersaing memperebutkan medali.
Joha berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Setiap catatan dari tim pelatih perlu segera diterjemahkan ke dalam program latihan agar permainan semakin matang menjelang Porprov Kaltim 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Joha juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang telah membantu kebutuhan transportasi tim selama menjalani pertandingan di Balikpapan.
Rombongan memperoleh fasilitas bus milik Pemerintah Kota Samarinda untuk perjalanan tersebut. Bantuan itu dinilai memudahkan mobilitas pemain, pelatih, dan jajaran tim.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Samarinda, Bapak Andi Harun, yang telah memberikan sarana transportasi berupa bus dari Pemerintah Kota Samarinda untuk kami gunakan ke Balikpapan,” tutur Joha.
Menurut dia, dukungan fasilitas menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Bantuan tersebut juga memberikan dorongan moral bagi pemain untuk menjalani persiapan dengan lebih serius.
“Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah yang membuat kami semakin termotivasi dan bekerja keras,” lanjutnya.
Joha berharap dukungan terhadap tim dapat terus berjalan hingga pelaksanaan Porprov. Kolaborasi antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, tim pelatih, dan pemain diperlukan agar persiapan tidak terkendala kebutuhan teknis maupun operasional.
Target yang dibawa tim sepak bola Samarinda tidak sebatas tampil kompetitif. Joha menegaskan seluruh jajaran akan berusaha membawa pulang medali emas sebagai persembahan bagi masyarakat Kota Tepian.
“Kami akan terus bekerja keras agar bisa mempersembahkan medali emas untuk warga Kota Samarinda,” tegasnya.
Setelah uji coba menghadapi Balikpapan, tim pelatih diharapkan memiliki gambaran lebih jelas mengenai komposisi dan kebutuhan skuad. Waktu persiapan yang tersisa akan dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus mempertajam permainan sebelum berlaga di Porprov Kaltim 2026.












