SAMARINDA – Kota Samarinda akan menjadi lokasi pertandingan tujuh cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026. KONI Samarinda mulai mematangkan koordinasi dengan menunjuk pendamping untuk setiap cabang yang bertanding di Kota Tepian.
Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi atau akrab disapa Bang Haji Yudi, mengatakan penetapan cabang olahraga yang menggunakan venue di Samarinda telah mengacu pada jadwal final.
“Berdasarkan jadwal yang sudah final, ada tujuh cabang olahraga yang akan melaksanakan pertandingan di Samarinda,” kata Wahyudi saat memberikan keterangan kepada awak media di Warung Kopi Popplim, Jalan Diponegoro, Samarinda, Jumat (30/10/2026) sore.
Ketujuh cabang tersebut meliputi rugby, barongsai, golf, hoki, woodball, ski air, dan korfball. Rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 23 November 2026.
Rugby menjadi cabang pertama yang menggelar pertandingan pada 10 November. Dua hari kemudian, pada 12 November, pertandingan barongsai dijadwalkan berlangsung di Samarinda.
Cabang golf mendapat jadwal pada 16 November. Sehari setelahnya, dua cabang sekaligus akan bertanding, yakni hoki dan woodball pada 17 November 2026.
Pertandingan ski air dijadwalkan pada 19 November. Adapun rangkaian pertandingan di venue Samarinda akan ditutup oleh cabang korfball pada 23 November 2026.
“Kami ingin memastikan setiap cabang olahraga yang bertanding di Samarinda memperoleh pendampingan sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan,” ujar Bang Haji Yudi.
KONI Samarinda telah membagi tugas pendamping berdasarkan jadwal dan kebutuhan setiap cabang. Husni Mubarak ditugaskan mendampingi rugby, barongsai, golf, dan hoki.
Sementara itu, Damar mendapat tanggung jawab mendampingi pertandingan woodball, ski air, dan korfball.
Penunjukan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi antara KONI Samarinda, panitia cabang olahraga, pengelola venue, dan kontingen peserta. Pendamping akan membantu memastikan kebutuhan koordinasi selama pelaksanaan pertandingan dapat ditangani dengan cepat.
Menurut Wahyudi, pembagian tugas menjadi penting karena jadwal pertandingan berlangsung pada waktu berbeda. Bahkan, terdapat dua cabang yang bertanding pada hari yang sama sehingga koordinasi harus disiapkan sejak awal.
“Pendamping sudah dibagi untuk masing-masing cabang. Tugasnya membantu koordinasi agar kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti dan pertandingan berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.
Kesiapan Samarinda tidak hanya berkaitan dengan kondisi arena pertandingan. Pelayanan terhadap atlet, ofisial, perangkat pertandingan, serta kontingen dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur juga perlu diperhatikan.
KONI Samarinda akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa kesiapan setiap venue. Pemetaan kebutuhan dilakukan agar kendala teknis maupun komunikasi tidak baru ditangani ketika pertandingan telah berlangsung.
Keberadaan tujuh cabang olahraga di Samarinda juga membuat kota ini memiliki peran penting dalam penyelenggaraan Porprov Kaltim 2026. Meskipun pusat kegiatan berlangsung di daerah penyelenggara, penggunaan venue di Samarinda menuntut standar pelayanan dan kesiapan yang sama.
Wahyudi berharap pembagian pendamping dapat memperjelas penanggung jawab pada setiap cabang. Dengan demikian, informasi mengenai jadwal, kebutuhan fasilitas, maupun persoalan yang muncul dapat diteruskan melalui jalur koordinasi yang telah ditentukan.
“Kami berharap seluruh pertandingan yang berlangsung di Samarinda berjalan lancar dan sukses. Samarinda harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dan kontingen yang datang,” tutur Wahyudi.
KONI Samarinda akan memanfaatkan waktu menjelang pertandingan untuk menyempurnakan persiapan. Koordinasi dengan pengurus cabang olahraga dan pengelola venue terus dilakukan agar seluruh kebutuhan telah tersedia sebelum rangkaian pertandingan dimulai pada 10 November 2026.













