Kota Samarinda, yang merupakan pusat kegiatan dan pembangunan di Kalimantan Timur, menghadapi tantangan signifikan dalam pengendalian banjir dan perbaikan infrastruktur.
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, mengungkapkan bahwa anggaran daerah saat ini tidak mencukupi untuk mendukung program-program prioritas yang menjadi fokus Pemkot Samarinda.
“Masalah banjir, pengembangan infrastruktur, dan dukungan untuk UMKM adalah tiga isu utama yang sangat membutuhkan perhatian dan tambahan dana dari pemerintah provinsi,”
“Kami di Samarinda menyadari betul pentingnya menangani banjir, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan UMKM sesuai dengan visi besar Wali Kota,” katanya, Jumat (01/11/24).
Iq menekankan, untuk merealisasikan program-program ini, diperlukan anggaran yang lebih besar, sementara APBD Kota Samarinda masih terbatas.
“Kamu akan berjuang agar Samarinda mendapatkan alokasi anggaran yang lebih memadai dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Subandi juga mengingatkan bahwa Samarinda sebagai ibu kota provinsi seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam hal anggaran, mengingat banyaknya institusi pemerintahan yang berlokasi di kota ini.
“Dengan status Samarinda sebagai ibu kota provinsi, sangat penting agar masalah-masalah mendesak seperti banjir dan infrastruktur yang kurang memadai segera diatasi,” tegasnya.
Harapannya, agar perhatian dan dukungan anggaran provinsi dapat segera diwujudkan demi kemajuan Kota Samarinda dan kesejahteraan masyarakatnya. ADV













