Kalimantan Timur kini menghadapi tantangan serius terkait pengurangan alokasi anggaran untuk program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT).
Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Fuad Fakhruddin, menyoroti situasi ini dan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pendidikan sebagai prioritas utama daerah.
Diketahui, anggaran beasiswa mengalami penurunan drastis menjadi hanya Rp200 miliar, yang merupakan pengurangan sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Meskipun ada tambahan Rp20 miliar dalam APBD Perubahan, total anggaran beasiswa tetap mencapai Rp220 miliar, angka yang jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikan di Kaltim.
“Pengurangan ini sangat memprihatinkan. Pendidikan seharusnya tidak menjadi korban dari penghematan anggaran, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Kami harus memastikan bahwa setiap mahasiswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang adil untuk melanjutkan pendidikan mereka,” ungkapnya, Jumat (01/11/24).
Fuad juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“SDM yang berkualitas adalah cerminan kemajuan daerah. Jika kita mengabaikan pendidikan, kita akan menghambat potensi pembangunan Kaltim di masa depan.” ujarnya.
Berdasarkan data, saat ini hanya 47 ribu mahasiswa yang menerima beasiswa, dengan prioritas utama diberikan kepada 20 ribu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Fuad khawatir, dengan anggaran yang semakin menipis, banyak calon mahasiswa yang terpaksa membatalkan niatnya untuk melanjutkan studi.
“Beasiswa adalah salah satu cara efektif untuk mendukung masyarakat yang berjuang untuk pendidikan. Pengurangan anggaran ini dapat merugikan banyak orang yang berusaha meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan,”jelasnya.
Karena hal itu,, Fuad berencana untuk segera mengadakan dialog dengan pihak-pihak terkait guna mempertanyakan dasar pengurangan anggaran ini.
“Dengan langkah itu, kami berharap dapat menemukan solusi yang memadai demi kesejahteraan pendidikan di Kaltim, dan memastikan bahwa pemuda-pemudi daerah ini tetap memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi,” pungkasnya. ADV













