Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menegaskan pentingnya penyelesaian proyek pembangunan jalan trase yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Bandara APT Pranoto, lewat Batubesaung dan lanjut menuju Simpang Tiga Muara Badak.
Sapto mengingatkan agar Dinas PUPR dan Dinas Pera Kaltim segera merealisasikan proyek ini, mengingat dana sebesar Rp60 miliar telah dialokasikan dalam APBD Kaltim tahun ini.
“Proyek ini sangat penting untuk mengatasi masalah kemacetan dan mengurangi beban jalan-jalan dalam kota Samarinda yang sering macet dan terendam banjir,” ujar Sapto, Selasa (5/11/24).
Sapto menambahkan bahwa sebelumnya, DPRD Kaltim telah mengusulkan agar pembangunan jalan trase ini menjadi proyek multi years yang bisa berlangsung selama beberapa tahun berturut-turut, mengingat besarnya anggaran dan cakupan wilayah yang harus dikerjakan.
Namun, usulan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai, sehingga proyek ini akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan dalam sistem single years, yang akan dimulai pada tahun 2024.
“Jalan trase ini direncanakan akan dimulai dari jalur ring road (Jalan HM Ardans) di Sempaja Utara, yang saat ini sudah memiliki badan jalan, namun perlu peningkatan dan perluasan agar dapat menampung volume kendaraan yang semakin meningkat,” jelasnya.
Sapto mengungkapkan bahwa hingga kini, pihaknya belum menerima laporan terbaru terkait perkembangan proyek ini dari Dinas Pekerjaan Umum.
“Dinas PUPR harus segera memberikan laporan mengenai progres proyek ini. Kita semua tahu betapa pentingnya proyek ini untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kendaraan besar tidak lagi melintasi jalan-jalan dalam kota yang rentan terhadap banjir,” tambah Sapto.
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di pusat kota Samarinda, khususnya pada jalur-jalur rawan macet yang selama ini sering menyebabkan penumpukan kendaraan, serta mengurangi dampak banjir yang kerap melanda.
Sapto pun berharap proyek ini dapat selesai dalam waktu tiga tahun agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Dengan terselesaikannya proyek ini, diharapkan arus lalu lintas antarwilayah semakin lancar, meningkatkan mobilitas kendaraan, serta mempercepat konektivitas ke Bandara APT Pranoto dan kawasan sekitar”, terangnya. (ADV)













