Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menyatakan, Benua Etam masih menghadapi berbagai ketimpangan, meski berada di wilayah kaya sumber daya alam.
“Masih banyak ketimpangan sosial dan ekonomi yang dirasakan pemuda kita. Akses terhadap pekerjaan belum seimbang dengan potensi kekayaan alam yang kita miliki,” ungkap Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, Rabu (6/11/24).
Pernyataannya menggarisbawahi fakta bahwa kesempatan kerja bagi generasi muda Kaltim masih terbatas, menghambat pertumbuhan dan perkembangan pemuda di berbagai sektor.
Selain masalah ketenagakerjaan, Hamas turut menyoroti isu pendidikan di wilayah ini. Menurutnya, beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih menghadapi tantangan besar yang perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
Hal ini diperparah dengan persoalan kesehatan yang melanda masyarakat, seperti tingginya angka stunting yang mencerminkan masalah gizi kronis, serta angka kemiskinan yang tak kunjung teratasi.
Hamas menegaskan bahwa persoalan-persoalan tersebut bukan hanya tentang pemuda, namun berkaitan langsung dengan kesejahteraan masa depan Kalimantan Timur secara keseluruhan.
“Ketimpangan dalam tiga sektor utama pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus menjadi fokus kebijakan, karena itulah dasar perkembangan pemuda kita,” ujarnya.
Lebih jauh, Ketua DPRD ini mengajak seluruh pemuda di Kaltim untuk turut berperan aktif dalam mengatasi tantangan yang ada. Ia berharap, melalui berbagai kebijakan yang digulirkan DPRD, pemuda bisa lebih maju dan mandiri.
“Kami berkomitmen mendukung pemuda Kaltim, menjadikan mereka bagian dari perubahan dengan menghadirkan kebijakan yang benar-benar mengakar pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” pungkasnya.
Harapannya, melalui kebijakan yang berorientasi pada ketiga sektor tersebut, pemuda Kaltim dapat menjawab tantangan zaman dan mengurangi ketimpangan di tengah kekayaan Benua Etam. (ADV)













