Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, baru-baru ini menggelar kegiatan reses di Balikpapan, yang memfokuskan pembahasan pada sejumlah persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat setempat. Beberapa isu utama yang disoroti adalah kelangkaan fasilitas pendidikan negeri, krisis air bersih, serta masalah distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang belum merata.
Dalam sesi reses yang dihadiri oleh warga Balikpapan, Damayanti mengungkapkan keprihatinannya atas kurangnya sekolah negeri, terutama di tingkat SMA dan SMK. Beberapa kawasan di Balikpapan, seperti Balikpapan Tengah, masih kekurangan fasilitas pendidikan yang dapat diakses oleh anak-anak usia sekolah di wilayah tersebut.
“Fasilitas pendidikan, khususnya untuk jenjang SMA dan SMK, harus diperhatikan lebih serius. Masih banyak daerah yang kekurangan sekolah negeri yang dapat diakses oleh anak-anak setempat,” jelas Damayanti saat ditemui di Samarinda, Sabtu (16/11/2024).
Selain masalah pendidikan, isu krisis air bersih menjadi sorotan utama lainnya. Warga Balikpapan mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, terutama di kawasan padat penduduk. Menurut Damayanti, kebutuhan dasar ini harus menjadi prioritas utama pemerintah untuk segera diatasi.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pemerintah harus mencari solusi cepat untuk mengatasi krisis ini, agar masyarakat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman,” ujar Damayanti dengan tegas.
Selain itu, kelangkaan pasokan BBM juga menjadi masalah yang mengganggu mobilitas warga. Antrean panjang di SPBU sering terjadi, dan distribusi BBM yang tidak merata semakin memperburuk keadaan. Damayanti menilai pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk memperbaiki sistem distribusi BBM.
“Kelangkaan BBM ini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemerintah harus meningkatkan pasokan dan distribusi BBM agar lebih merata dan mengurangi antrean panjang yang terjadi di SPBU,” tambah Damayanti.
Sebagai langkah tindak lanjut, Damayanti berkomitmen untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah-masalah ini. Ia juga mengingatkan agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang saat ini sangat mendesak.
“Aspirasi dan keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret untuk masalah-masalah yang mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutup Damayanti. (ADV)













